DRI IPB

STUDI AGROBIOFISIK KAMANDRAH (CROTON TIGLIUM L.) DAN PENENTUAN POTENSI AWAL KAMANDRAH SEBAGAI LARVASIDA HAYATI PENCEGAH PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE

Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia 2009

STUDI AGROBIOFISIK KAMANDRAH (CROTON TIGLIUM L.) DAN PENENTUAN POTENSI AWAL KAMANDRAH SEBAGAI LARVASIDA HAYATI PENCEGAH PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE

STUDI AGROBIOFISIK KAMANDRAH (CROTON TIGLIUM L.) DAN PENENTUAN POTENSI AWAL KAMANDRAH SEBAGAI LARVASIDA HAYATI PENCEGAH PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE

(AGROBIOPHYSI STUDY OF KAMANDRAH (CROTON TIGLIUM L.) AND PRELIMINARY DETERMINATION OF  ITS POTENTIAL USED AS BIOLOGICAL LARVACIDAL FOR  PREVENTING DENGUE HAEMORRAGHIC FEVER)

Dyah Iswantini1,2,*), Rosihan Rosman3), Upik Kesumawati4), Djumali Mangunwidjaja5), Min Rahminiwati1), Adi Riyadhi2)

ABSTRACT

The aim of the research is to obtain the ecological condition  and propagation of kamandrah (Croton tiglium L.) and determination of its potency as biological larvacidal for  preventing dengue haemorraghic fever. Agrobiophysic study indicated that Croton tiglium L. plant need full sunlight (> 70 %). Low intensity of sunlight could decrease the ability of plant to produce seed. The plant could grow well on podzolic land (30-50 m upon sea surface). Seed of kamandrah from Ampah has growth percentage of 43.8 %, height of 27.5 cm, stem diameter of 5 cm, total leaves of 10, and total primary branches of 2. Phytochemical assay resulted that among other part of Kamandrah, Kamandrah seed has highest alkaloid content. Because alkaloid compound has high larvicidal activity, kamandrah seed has high potency as larvicide. Among all of extracts of part of plant, oil of Croton tiglium L. has the highest potency as biological larvacidal with 863.67  ppm of LC50  for 24 hours of treatment.

Keywords : Kamandrah (Croton tiglium L.), biological larvacidal, Dengue Haemorraghic fever, agrobiphysic study.

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh kondisi agrobiofisik kamandrah (Croton tiglium) dan penentuan potensi awal sebagai larvasida hayati pencegah demam berdarah dengue. Penelitian dilakukan dengan metode survai ke beberapa pertanaman kamandrah dan dilanjutkan dengan perbanyakan tanaman di pembibitan. Di lokasi pertanaman diamati pertumbuhan tanaman, kondisi lahan dan iklim. Dari hasil pengamatan agrobiofisik menunjukkan bahwa tanaman kamandrah menghendaki cahaya penuh > 70 %, tumbuh dan menghasilkan dengan baik pada tanah Podzolik (30-50 m diatas permukaan laut). Hasil penelitin perbanyakan berbagai nomor tanaman (asal tnaman) menunjukkan bahwa Ampah dan Balittro menunjukkan kecepatan tumbuh/berkecambah lebih baik dibanding lokasi lain. Benih asal Ampah persentase yang tumbuh sebesar 43,8 %, tinggi tanaman 27,5 cm, diameter batang 5 cm, jumlah daun 10 cm, dan jumlah cabang primer 2. Sampel biji yang berasal dari Ampah memiliki kecepatan tumbuh tertinggi dibanding dengan lokasi lain. Berdasarkan uji fitokimia,  dari semua bagian tanaman kamandrah, biji kamandrah yang paling banyak mengandung alkaloid.  Karena senyawa golongan alkaloid merupakan senyawa yang berpotensi sebagai larvasida Aedes aegypti. Maka biji kamandrah yang paling berpotensi sebagai larvasida. Minyak biji kamandrah mempunyai potensi tertinggi sebagai larvasida hayati dengan nilai LC50 sebesar 863,67  ppm  dalam  24 jam  perlakuan.

Kata kunci : Kamandrah (Croton tiglium L.),  larvasida hayati, Demam Berdarah Dengue (DBD), studi.agrobiofisik.

 Download : Abstrak