DRI IPB

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI FORMULASI INSEKTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA SAYURAN DALAM UPAYA MENGHASILKAN PRODUK SAYURAN SEHAT

Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia 2011

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI FORMULASI INSEKTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA SAYURAN DALAM UPAYA MENGHASILKAN PRODUK SAYURAN SEHAT

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI FORMULASI INSEKTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA SAYURAN DALAM UPAYA MENGHASILKAN PRODUK SAYURAN SEHAT

(THE DEVELOPMENT OF NATURAL INSECTICIDE FORMULATION TECHNOLOGY FOR HOLTICULTURAL PEST MANAGEMENT IN ORDE TO PRODUCE HOLTICULTURAL HEALTY PRODUCT)

Dadang1), Djoko Prijono1)

ABSTRACT

The use of synthetic insecticide for pest management to protect insect attacking the holticulture product have been done intensivelly and seems not wise which predicted could cause a negative impact to the environmental and human health.  Due to that reason then the research prepared to know the pest management technology especially for holticultural product through the use of material or something that come from the agricultural planting material as natural insecticide which could be developed as commercial products that practice and safe to produce healty holticultural product. Three species of fruits and holticultural plant used for the research namely Annona squamosa (Annonaceae/seed), Piper retrofractum (Piperaceae/fruit) and Tephrosia vogelii (Leguminosae/Leaves) extracted with methanol. Every extract product tested with larva of Cricidolomia pavonana F. (Lepidoptera : Crambidae), that is one of the pest for holticultural product which treated with direction the planting and in the leaves.  The extract was tested also to the food barrier of C. Pavonana.  The extract of A. Squamosa was contact toxic than abdomen toxic, while on the contrary the extract of P. retrofractum have more impart to the abdomen toxic than contact toxic.  The extract of  P. Retrofractum and  A. Squamosa at the concertation of 0.2 % could protect food activities of the larvas that was about 80 %. The mixed extract of T. Vogelii and A. Squamosa more toxic or more effective than the mixed extract of T. Vogelii and  P. Retrofractum.  In the developing natural insecticide formula, the using of agristic adjuvant was better tahan tween and miracle especially in formulation establishization.  The treatment of P. Retrofractum and T. Vogelii in the field could reduce the development of C. Pavonana which finally those both extract could be used wider as combined with A. Squamosa extract in order to increase the effectiveness.

Keywords: Synthetic insecticide, natural insecticide, pest management, healty holticultural product, holticultural pest.

ABSTRAK

Penggunaan insektisida sintetik dalam pengendalian serangan serangga hama pada tanaman sayuran seringkali dilakukan secara intensif dan tidak bijaksana sehingga dapat menimbulkan dampak negatif yang luar biasa pada lingkungan dan kesehatan manusia. Untuk itu tujuan utama penelitian ini adalah untuk mencari teknologi pengelolaan hama khususnya untuk pertanaman sayuran dengan memanfaatkan ekstrak tumbuhan sebagai insektisida nabati yang dapat dikembangkan menjadi produk komersial yang praktis dan aman untuk menghasilkan produksi sayuran yang sehat dan aman konsumsi. Tiga spesies tumbuhan Annona squamosa (Annonaceae/biji), Piper retrofractum (Piperaceae/buah), dan Tephrosia vogelii (Leguminosae/daun) dihaluskan lalu diekstrak dengan metanol.  Setiap ekstrak diuji aktivitas insektisidanya terhadap larva Crocidolomia pavonana F. (Lepidoptera: Crambidae), salah satu hama utama tanaman sayuran dengan metode perlakuan setempat dan residu pada daun.  Ekstrak juga diuji aktivitas penghambatan makan terhadap C. pavonana dengan metode pilihan dan tanpa pilihan. Ekstrak A. squamosa lebih bersifat racun kontak dari pada racun perut, sebaliknya ekstrak P. retrofractum lebih bersifat racun perut dari pada racun kontak. Ekstrak P. retrofractum dan ekstrak A. squamosa pada konsentrasi 0,2% mampu memberikan penghambatan aktivitas makan larva yang cukup baik yaitu lebih dari 80%. Campuran ekstrak T. vogelii dan ekstrak A. squamosa lebih toksik/efektif dari pada campuran ekstrak T. vogelii dan ekstrak P. retrofractum. Dalam pembuatan formulasi insektisida nabati, penggunaan adjuvant Agristik lebih baik dari pada adjuvant Tween dan Miracle terutama dalam hal kesetabilan formulasi. Perlakuan ekstrak P. retrofractum dan T. vogelii di lapangan dapat menekan perkembangan populasi C. pavonana sehingga kedua ekstrak tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut untuk dikombinasikan dengan ekstrak A. squamosa dalam upaya meningkatkan efektivitasnya. Dengan demikian hasil penelitian pada tahap ini akan memberikan evaluasi awal potensi ekstrak-ekstrak tumbuhan yang akan dkembangkan sebagai formulasi insektisida nabati.

Kata kunci: Insektisida sintetik, insektisida nabati, pengelolaan hama, sayuran sehat, hama sayuran.

 Download : Abstrak