DRI IPB

Vaksin Kapsul Segera Geser Jarum Suntik

Warta IPTEK

Vaksin Kapsul Segera Geser Jarum Suntik

Vaksin Kapsul Segera Geser Jarum Suntik

Vaksin Kapsul Segera Geser Jarum Suntik

tpchd.org

DI masa yang akan datang, jarum suntik mungkin tak diperlukan lagi dalam pemberian vaksin, nantinya kita cukup menelan kapsul saja. Hal itu dikemukakan Barry J Marshall, peraih Nobel Bidang Fisiologi atau Obat-obatan pada 2005 dari Universitas Wastern Australia.

Dirinya mengakui tengah mengerjakan uji coba dalam rangka pengembangan kemudahan dalam pemberian vaksin. “Saya berusaha agar pemberian vaksin tak lagi menggunakan jarum, tapi lebih berbentuk makanan yang mudah untuk ditelan,” ujarnya. Pemikiran itu, jelasnya, didasari kekhawatiran terhadap cucunya yang harus disuntikkan vaksin sebanyak lima kali dalam sehari. “Jadi, akan lebih baik bila vaksin lebih berbentuk obat sehingga Anda tak perlu pergi ke rumah sakit atau dokter, tapi cukup ke apotek untuk mendapatkan vaksin,” katanya.

Ia optimistis dalam 10 atau 20 tahun lagi, hal itu dapat terwujud sehingga orang tak perlu khawatir lagi terhadap penyakit seperti influenza, cacar, atau campak. “Di masa depan, vaksin akan berbentuk seperti produk makanan atau kapsul. Sesaat setelah Anda menelannya, kapsul itu akan bertahan selama beberapa minggu di dalam perut. Selama itu, sistem imun tubuh akan aktif dan Anda akan terhindar dari penyakit,” urainya.

Pada 2005, Barry J Marshall dan J Robin Warren meraih Nobel atas prestasi mereka terhadap penemuan bakteri Helicobacter pylori pada 1982. H plyori merupakan bakteri penyebab penyakit paling umum dan serius pada manusia yakni ulpus peptikum. (Pri/OL-06)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com