DRI IPB

LPPM IPB Selenggarakan “Training On Pangasius Breeding” Kepada Para Pelaku Usaha Pembenihan Patin Kabupaten Bogor

Berita / Warta LPPM

LPPM IPB Selenggarakan “Training On Pangasius Breeding” Kepada Para Pelaku Usaha Pembenihan Patin Kabupaten Bogor

Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University bekerjasama dengan Sekolah Vokasi Prodi Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya dan Tania Akuakultur melaksanakan ‘Training on Pangasius Breeding’. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis (1/8), di gedung Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) dan mempertemukan para peserta yang merupakan pembudidaya benih patin dengan beberapa ahli di bidang budidaya.

Kegiatan ini dibuka oleh Dr Prayoga Surya Darma, STP, MT.  Kepala Bidang Program Pelayanan kepada Masyarakat LPPM ini menyebutkan pentingnya sinergi antar pelaku usaha. “Pelatihan semacam ini sangat bermanfaat dan akan lebih bagus lagi apabila ada langkah-langkah selanjutnya, jadi pelaku usaha tidak hanya tahu tentang produksi tetapi lebih bagus apabila sampai ke pemasaran(dari hulu ke hilir)”.

Kegiatan diisi dengan lima pemateri yang membahas mengenai pembenihan patin secara menyeluruh yang dipisah jadi dua sesi. Sesi pagi diisi dengan tiga materi mengenai ‘Pembenihan Ikan Patin: Peluang dan Tantangan’ oleh Ir Cecilia Eny Indriastuti, MSi, ‘Pengadaan Calon Induk Unggul’ oleh Dr Ir Odang Carman, MSc, dan ‘Pemeliharaan Larva Patin dan Rekayasa Manajemen Kualitas Air’ oleh Dr Ir Irzal Effendi, MSi.

[masterslider id=”372″]

“Terkait meningkatnya permintaan konsumsi patin dalam negeri dan filet patin untuk ekspor setiap tahunnya, tentu hal ini akan menghela pembudidaya benih patin untuk meningkatan produksi jumlah benih dengan kualitas yang baik”, ungkap Eny.Sinyal positif juga ditunjukkan dengan dimulainya ekspor filet patin ke Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, yang dimulai pada Mei 2019.

“Petani harus membiasakan diri untuk terus mengeksplorasi teknik-teknik pemeliharaan larva untuk mengetahui bagaimana penampakan larva yang berkualitas baik sehingga didapat teknik penanganan larva yang baik dan harus didukung dengan kegiatan dokumentasi/pencatatan setiap kegiatan sehingga pembenih memiliki data jika sewaktu-waktu akan berkonsultasi dengan peneliti atau universitas” ucap Irzal.

Sesi siang dilanjutkan dengan materi ‘Penyakit pada Pembenihan Patin dan Penanggulangannya’ oleh Dr Ir Sri Nuryati, SPi, MSi, dan ‘Pemeliharaan Induk dan Rekayasa Pematangan Induk di Luar Musim’ oleh Dr Ir Agus Oman Sudrajat, MSc.

“Untuk mengganti antibiotik demi  mendapatkan ikan dengan survival  rate tinggi disarankan  menggunakan cacahan pelepah pisang”, demikian dikatakan Sri. Selanjutnya penggunaan induk unggul mutlak diperlukan untuk mendapat benih yang berkualitas , tetapi persiapan calon induk yang unggul memerlukan waktu yang lama menurut Odang.

Menyiasati induk patin supaya matang gonad pada saat di luar musim pemijahan diperlukan hormon pemacu kematangan gonad. “Ada dua jenis hormon yang berbeda dalam reproduksi, hormon  untuk membuat bunting dan hormon pemijahan”, ucap Agus.

Salah satu peserta juga mengharapkan adanya kemitraan antara Sekolah Vokasi dan Departemen Budidaya Perairan dengan pembudidaya benih patin dalam bentuk praktik mahasiswa dan akses untuk analisis laboratorium.

Acara yang dimoderatori Ketua Bidang Budidaya Patin APCI (Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia), Ir Imza Hermawan, menghadirkan pembudidaya benih patin dari Republik Pembenih Patin, mahasiswa serta alumni perikanan.

[button text=”Unduh Berita” url=”http://dri.ipb.ac.id/wp-content/uploads/2019/08/LPPM-IPB-Selenggarakan-“Training-On-Pangasius-Breeding”-Kepada-Para-Pelaku-Usaha-Pembenihan-Patin-Kabupaten-Bogor.pdf” size=”middle” type=”colored” text_color=”#fff” mouseover_text_color=”#000″ bg_color=”#14b3e4″ bg_transparent=”0″ mouseover_bg_color=”” mouseover_bg_transparent=”1″ border_color=”” border_color_transparent=”1″ mouseover_border_color=”#000″ mouseover_border_color_transparent=”0″ sc_id=”sc198503841891″]