DRI IPB
  • Home
  • Profil
    • Selayang Pandang DRI
    • Visi & Misi
    • Profil Direktorat
    • Profil Lembaga Periset
    • Sejarah Singkat
    • Pimpinan LPPM/DRI
    • Profil Pimpinan
    • Struktur Organisasi
    • Staf dan Pegawai
    • Tugas dan Fungsi
    • Layanan
    • Fasilitas
  • Hasil Penelitian
    • Riset Skematik IPB yang dikelola DRI Tahun 2022
    • Riset Skematik IPB yang dikelola DRI Tahun 2023
    • Riset Skematik IPB yang dikelola DRI Tahun 2024
    • Riset Skematik IPB yang dikelola DRI Tahun 2025
  • Layanan
    • Sistem Informasi PPM (SIPPM)
    • Sistem Online Laboratorium IPB
    • Jurnal Ilmiah
      • Internasional
        • Jurnal IJTA
      • Nasional
        • Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI)
    • Sistem Administrasi Perjalanan Dinas
  • Galeri
    • Produk
      • 44 Inovasi IPB Tahun 2014
      • Teknologi Tepat Guna
      • Teknologi Bibit Unggul
    • Photo
    • Videos
  • PPID
    • Profile PPID
    • Daftar Informasi Publik
    • Informasi Wajib Berkala
    • Informasi Tersedia Setiap Saat
    • Informasi Serta Merta
    • Formulir Online Permohonan Informasi
  • Kontak

DRI IPB

  • Home
  • Berita
  • Warta IPTEK
  • Tiga Ekor Badak Jawa Mati Selama 2010

Tiga Ekor Badak Jawa Mati Selama 2010

Warta IPTEK

Tiga Ekor Badak Jawa Mati Selama 2010

02/03/2011

Tiga Ekor Badak Jawa Mati Selama 2010

 

Seorang petugas Balai Taman Nasional Ujungkulon sedang mengukur jejak badak jawa (Rhinoceros Sondaicus) sambil menunjuk arah perpindahannya di Blok Gardu Buruk Semenanjung Ujungkulon, Banten, Minggu (13/6). (ANTARA/Asep Fathulrahman)

Serang (ANTARA News) – Tiga ekor badak jawa (Rhinoceros Sondaicus) ditemukan mati di tempat berbeda di Bali Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) selama 2010.

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Agus Priambudi di Serang, Banten Senin mengatakan, ketiga ekor badak jawa yang mati itu ditemukan sudah tinggal kerangka dan diduga kematiannya karena faktor alam.

Tiga kerangka ekor badak jawa ditemukan di tempat berbeda yakni pada 20 Mei 2010 disekitar blok Nyiur, ke dua pada 14 Juni 2010 di blok Cikeusik dan ke tiga ditemukan di Blok Cibunar pada 28 Juni 2010.

“Kematian tiga ekor badak jawa yang ditemukan selama 2010, sebagian tergantikan dengan ditemukannya dua anak badak jawa yang tertangkap video jebak (video trap) pada November dan Desember 2010,” kata Agus Priambudi.

Dua diantaranya ditemukan dalam bentuk kerangka yang masih utuh, sedangkan seekor lagi hanya tinggal tulang kaki dan dua buah tulang rusuk.

“Salah satunya ada yang ditemukan dalam aliran sungai, kemungikan badak tersebut terjebak dan terbawa arus hingga mati,” kata Agus.

Agus mengatakan, kematian badak jawa tersebut nampak alami karena hasil uji labortorium oleh Direktur of Crew and vice Presiden of Conservation and Cincinati Zoo and Botanical Garden Dr Terry Roth pada 28 Juli 2010, tidak ditemukan “Bacilus Anthraccis”. Sebelumnya kematian badak itu diduga karena penyakit anthrax.

Menurut Agus, video trap yang diapasang oleh tim Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) WWF-Indonesia berhasil mendokumentasikan keberadaan dua induk badak jawa dan anaknya di kawasan TNUK. Dalam beberapa video klip yang didokumentasikan November dan Desember 2010, teridentifikasi dua pasang induk badak beserta anaknya.

Dalam rekaman video November 2010, didokumentasikan keberadaan induk badak jawa dan anaknya berkelamin jantan berumur sekitar satu tahun. Kemudian pada awal Desember 2010 video berdurasi 30 detik mendokumentasikan induk badak jawa dengan anaknya dengan ukuran badan yang lebih besar yang diperkirakan berumur dua tahun.

“Bukti keberadaan dua anak badak ini merupakan penemuan penting karena memberikan infornasi dinamika populasi badak jawa di TNUK,” kata Agus Priambudi dalam siaran pers terkait penemuan dua anak badak jawa yang tertangkap kamera.

Menurutnya, dengan adanya bukti rekaman dua anak badak jawa tersebut, populasi badak jawa di TNUK tetap stabil pada kisaran 50 individu.

Menurut Agus mulai Februari 2011, pengelolaan dan penggunaan kamera dan video trap akan sepenuhnya dilakukan oleh TNUK, tidak lagi bersama WWF seperti sejak 2001 silam.

Sementara itu Project Leader Kantor WWF di Ujung Kulon Adhi Hariyadi mengatakan, WWF menyambut baik dan siap mendukung pengelolaan kamera dan video traf mulai 2010 oleh TNUK serta mentransper metode survei dan informasi penting yang telah dikumpulkan selama ini untuk menjamin pelaksanaan survei yang efektif dimasa yang akan datang.

Ia mengatakan, setelah berhasil mendeteksi 14 kelahiran badak jawa dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dengan metode kamera dan video jebak, saat ini penelitian tentang badak jawa diarahkan untuk memperoleh informasi tentang pola perilaku, distribusi, keragaman genetika,asupan nutrisi serta resiko penyakit.

“Teridentifikasinya anak betina merupakan angin segar bagi upaya pelestarian spesies tersebut, karena selama ini mayoritas anak badak jawa yang berhasil di identifikasi adalah jantan,” kata Adhi.

Ia mengatakan, selama kurun waktu 10 tahun terakhir kelahiran badak jawa di TNUK diperkirakan sebanyak 14 kali, jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan dengan penemuan kasus kematian badak jawa dalam kurun waktu yang sama yakni sekitar sembilan kali penemuan kematian badak jawa.

(M045/M019/S026)

Sumber :  http://www.antaranews.com

Share this post

Search

Berita Terbaru

FertInnovation Challenge 2025
DRI IPB Lakukan Sosialisasi RIKUB dan Program Hilirisasi Riset Prioritas 2025
Ristek Kalbe Science Award (RKSA) 2025
UTB-STE Connect 2025
Open Call for Research Proposal 2025 (BPJS Kesehatan)

Pengumuman Terbaru

[PENGUMUMAN] Penerima Program Penelitian Hilirisasi Riset Prioritas-Pengujian Model dan Prototipe TA. 2026
Research Grant Bank Indonesia (RGBI) 2026
Pengumuman Penerima Pendanaan DAPT EQUITY Gelombang 2
PENGUMUMAN – DAPT RKI PRN Skema A & B TA 2025/2026
Pengumuman Pembukaan Pengusulan DAPT EQUITY Gelombang 2

Logo IPB University_Horizontal Putih
Akun Resmi Direktorat Riset dan Inovasi – Andi Hakim Nasoetion, Lantai 5, IPB Dramaga

Link

Official Website IPB
Help Center IPB
PPID

Bantuan

Layanan
Kontak

Hubungi Kami

(+62) 851-6351-6225
dit.ri@apps.ipb.ac.id
© 2026 Direktorat Riset dan Inovasi – IPB University. All Rights Reserved
DRI IPB
  • Home
  • Profil
    • Selayang Pandang DRI
    • Visi & Misi
    • Profil Direktorat
    • Profil Lembaga Periset
    • Sejarah Singkat
    • Pimpinan LPPM/DRI
    • Profil Pimpinan
    • Struktur Organisasi
    • Staf dan Pegawai
    • Tugas dan Fungsi
    • Layanan
    • Fasilitas
  • Hasil Penelitian
    • Riset Skematik IPB yang dikelola DRI Tahun 2022
    • Riset Skematik IPB yang dikelola DRI Tahun 2023
    • Riset Skematik IPB yang dikelola DRI Tahun 2024
    • Riset Skematik IPB yang dikelola DRI Tahun 2025
  • Layanan
    • Sistem Informasi PPM (SIPPM)
    • Sistem Online Laboratorium IPB
    • Jurnal Ilmiah
      • Internasional
        • Jurnal IJTA
      • Nasional
        • Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI)
    • Sistem Administrasi Perjalanan Dinas
  • Galeri
    • Produk
      • 44 Inovasi IPB Tahun 2014
      • Teknologi Tepat Guna
      • Teknologi Bibit Unggul
    • Photo
    • Videos
  • PPID
    • Profile PPID
    • Daftar Informasi Publik
    • Informasi Wajib Berkala
    • Informasi Tersedia Setiap Saat
    • Informasi Serta Merta
    • Formulir Online Permohonan Informasi
  • Kontak