Semangat Penelitian Di Institut Pertanian Bogor
Semangat Penelitian Di Institut Pertanian Bogor

Semangat Penelitian Di Institut Pertanian Bogor
Sejak tahun 2008, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) telah memberikan insentif pendanaan riset kepada para peneliti di Institut Pertanian Bogor (IPB) sebesar Rp. 25,6 miliar untuk 105 proposal penelitian. Namun demikian, berdasarkan data 3 tahun terakhir (2010-2012) jumlah pendanaan dan proposal riset yang diterima IPB, khususnya dari program insentif Riset SINas cenderung menurun. Hal ini justru menjadikan cambuk bagi para peneliti untuk meningkatkan semangat dalam menyusun proposal yang berkualitas, sehingga hasilnya semakin dirasakan oleh masyarakat. Hal ini terungkap pada saat pelaksanaan monitoring yang dilakukan tim monevdariKemenristek, yang dipimpinoleh Ahmad Dading Gunadi, Asdep Relevansi Program Riptek dan didampingi pakar dari Dewan Riset Nasional (DRN),Iding Chaidir, pada hari Selasa, 25 September 2012.
Pada tahun anggaran 2012, jumlah proposal riset dari IPB yang didanai program Insentif Riset SINas Kemenristek adalah sebanyak 10 buah proposal. Proposal tersebut meliputi 4 proposal bidang pangan,4 proposal bidang kesehatan dan 2 proposal bidang energi.
Pada bidang pangan, penelitian yang dilakukan diantaranya adalah penentuan dosis pemupukan melalui karakteristik tingkat warna daun padi dengan menggunakan telepon seluler.Dengan demikian, petani dengan mudah dapat menyusun jadwal pemupukan dengan dosis dan waktu yang tepat.Penelitian lainnya adalah mengenai teknologi separasi bahan aktif temulawak menggunakan biopolimer termodifikasi berbasis limbah produksi sagu. Kemudian penelitian tentang rekayasa biopolimer hasil samping pabrik tapioka sebagai enriched soil conditioner. Yang terakhir adalah penelitian pemanfaatan mikroba endofit dan rizobakteri untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan tanaman padi gogo.
Sementara itu,penelitian pada bidang kesehatan adalah penelitian mengenai pengembangan protein anti kanker yang murah dan aman dengan memanfaatkan kapang laut. Selain itu, dilakukan pula mengenai pengembangan implan medis berbahan logam terserap tubuh melalui studi interaksi biologis in-vitro dan in-vivo.
Pada bidang energi adalah riset terkait dengan pengembangan teknologi proses produksi surfaktan alkil pologlikosida (APG) dari fatty alkohol minyak sawit dan glukosa cair untuk aplikasi enhanced oil recovery. Industri yang terlibat dalam penelitian ini adalah PT Multikimia Intipelangi yang sangat berminat dalam upaya pengembangan alternatif surfaktan untuk diversifikasi produk industrinya. Penelitian lainnya adalah optimalisasi seleksi spesies mikroalga potensial penghasil minyak mikroalga untuk menunjang kelayakan ekonomi produksi biodiesel.
Pada akhir tahun ini, sebagaimana yang tertuang dalam draft MoU antara LPPM IPB dengan Kemenristek, keenam penelitian yang dibiayai tersebut akan menghasilkan mininimal enam publikasi ilmiah serta dua penelitian yang sangat berpotensi untuk mendapatkan usulan draft paten.
Sumber : humasristek