DRI IPB

Sebanyak 147 Judul Penelitian IPB University Mendapat Pendanaan Penelitian Program Kompetitif Nasional 2022

Berita / Warta LPPM

Sebanyak 147 Judul Penelitian IPB University Mendapat Pendanaan Penelitian Program Kompetitif Nasional 2022

Sebanyak 147 judul penelitian dari IPB University mendapat pendanaan penelitian program kompetitif nasional tahun 2022. Tahun ini, sedikitnya ada 5080 judul penelitian yang berhasil mendapat pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Republik Indonesia.

Terdapat lima skema penelitian yang disediakan bagi peneliti IPB University. Skema tersebut adalah Penelitian Pasca Sarjana (PPS);  Penelitian Dasar Kompetitif Nasional (PDKN); dan Penelitian Terapan Kompetitif Nasional (PTKN). Khusus skema Penelitian Pasca Sarjana (PPS) yang terdiri dari tiga skema yaitu Penelitian Tesis Magister (PPS-PTM), Penelitian Disertasi Doktor (PPS-PDD), Penelitian Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU).

sebanyak-147-judul-penelitian-ipb-university-mendapat-pendanaan-penelitian-program-kompetitif-nasional-2022-news

Wakil Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Bidang Penelitian, Prof Sugeng Heri Suseno mengucapkan selamat kepada penerima pendanaan penelitian tahap pertama. Selain itu, Ia juga menghimbau untuk giat dalam membangun komunikasi kepada LPPM agar peneliti dapat mencapai luaran penelitian yang sesuai dengan yang telah dijanjikan pada proposal penelitian.

“Kami ingin memberikan perhatian khusus kepada setiap peneliti dalam mencapai luaran publikasi penelitian, harapannya, peneliti dapat kooperatif untuk bersama-sama meningkatkan kualitas penelitian IPB University yang lebih baik,” ungkapnya.

Selanjutnya, Prof Sugeng menghimbau bagi peneliti yang lolos pendanaan untuk rutin melakukan pengecekan pada laman Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Simlitabmas). Pasalnya, informasi terbaru seluruhnya akan terpusat pada laman tersebut.  “Penting bagi peneliti untuk mengecek pembaharuan informasi dari laman Simlitabmas serta memperbaharui data pada laman Simlitabmas,” tuturnya. (*)