Rizal Damanik : Dosen Berprestasi Lewat ASI
Rizal Damanik : Dosen Berprestasi Lewat ASI
Rizal Damanik : Dosen Berprestasi Lewat ASI
(IST)
Sebagai orang Batak, Rizal sangat memahami budaya tanah kelahirannya ini. Di sana, ungkap Rizal, perempuan hamil dan menyusui banyak mengkonsumsi sayur Torbangun atau Coleus amboinicus Lour karena adanya kepercayaan bahwa tumbuhan ini berkhasiat terhadap ibu hamil dan bayi.
“Saya tahu persis soal kepercayaan kuat mereka tentang sayur torbangun padahal belum ada penjelasan ilmiah soal ini. Saya merasa tertantang untuk membuktikannya,” ujar Rizal Damanik.
Drh Rizal Damanik, MrepSc, PhD, merupakan juara kedua Dosen Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2010 dengan mengusung tema meningkatkan kualitas air susu ibu melalui pemanfaatan sayur torbangun.
Dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini tertarik mencari tahu lebih jauh soal fungsi sayur torbangun. Rizal Damanik mendapatkan gelar sarjana S1 dokter hewan di Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Bogor pada 1988.
Selanjutnya, ia menjadi dosen Fakultas Kedokteran Hewan di IPB selama 2 tahun. Pada tahun 1991, Rizal mendapat tawaran beasiswa dari AIDAB, Australia, untuk mengikuti program Master di Fakultas Kedokteran Monash University.
“Salah satu supervisor saya menawarkan beasiswa ini. Saat ia pindah ke bidang kedokteran kesehatan manusia, ia mengajak saya. Saya pun ikut pindah ke kedokteran manusia,” tandas Rizal.
Menurut Rizal, dasar ilmu kedokteran hewan dan manusia tidak jauh berbeda, khususnya soal reproduksi dan kebidanan. “Di negara maju, Australia misalnya, tidak ada pembatasan soal ini. Bahkan saya lebih diapresiasi karena menjadi dokter hewan yang mampu berikan kontribusi kepada ilmu kedokteran manusia. Banyak ilmu berkaitan soal kesehatan manusia berawal dari kemajuan kedokteran hewan.”
Meskipun begitu, Rizal tetap berniat konsisten dalam bidang gizi masyarakat secara luas terutama soal gizi bagi ibu hamil dan menyusui. “Berdasarkan keterangan Departemen Kesehatan, tingkat kekurangan gizi di Indonesia sangat tinggi padahal banyak tanaman yang kaya akan sumber nutrisi. Saya bertekad mengembangkan penelitian soal torbangun karena percaya tanaman ini benar-benar berkhasiat.”
Saat ditanya soal keinginan adanya bantuan pemerintah, Rizal hanya menjawab sederhana. “Keinginan itu pasti ada. Saya berharap Kimia Farma atau Bio Farma mau mengembangkan ini untuk kepentingan masyarakat. Namun, jika belum yah tidak apa-apa.”
Dalam melakukan penelitian. Rizal juga mendapatkan dana hibah dari beberapa negara. Saat ini, selain untuk ASI, tumbuhan torbangun secara ilmiah juga berfungsi mengatasi rasa sakit saat mengalami sindrom pra menstruasi. Tumbuhan torbongun mengandung kasiat laktagogum. Laktagogum merupakan zat yang dapat meningkatkan dan melancarkan produksi ASI.
Saat ini Rizal sedang melakukan penelitian terkait pengobatan kanker menggunakan torbangun. Ayah satu orang anak ini telah meraih gelar doktoral melalui program beasiswa di Monash University kembali pada 2001.
Selama mengikuti pendidikan doktoral di Monash University, Rizal Damanik berhasil mendapatkan dua penghargaan yang terkait dengan materi penelitian tentang torbangun yaitu John Ledge Prize for Research Excellence dan Mollie Holman Medal for Best Dissertation.
Tidak hanya itu, Rizal Damanik juga diangkat sebagai Honorary Research Fellow pada Asia Pacific Health & Nutrition Centre, Monash Asia Institute, Monash University.
Selanjutnya, pada 2006 sampai 2009, Rizal Damanik juga telah diundang untuk melakukan penelitian tentang Torbangun di Department of Nutrition Sciences, Faculty of Allied Health Sciences, International Islamic University Malaysia. [mdr]
