Riset Unggulan Nasional Perlu Dipertajam Lagi
Riset Unggulan Nasional Perlu Dipertajam Lagi
Riset Unggulan Nasional Perlu Dipertajam Lagi
| JAKARTA (SI) – Segenap kalangan meminta Kementrian Negara Riset dan Teknologi mempertajam lagi hasil-hasil program Riset Unggulan Strategis Nasional (Rusnas) yang telah dilakukan selama 10 tahun.
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia Thomas Darmawan menilai, beberapa program Rusnas masih perlu dikembangkan seperti Rusnas Buah Unggulan Tropis.“Indonesia kan masih banyak memiliki buah-buahan tropis seperti dukuh dan lainnya, mengapa tidak ikut dikembangkan juga?” tanya Thomas kemarin. Anggota Dewan Riset Nasional ini juga menilai,ke depan perlu dilakukan sinergi lebih erat dengan dunia industri agar hasil riset-riset yang dilakukan dapat langsung diaplikasikan kepada masyarakat. Kepala Lembaga Pengelolaan Rusnas Pengembangan Industri Sapi Hartutik MP mengungkap hal senada.Menurut dia,keterbatasan waktu, biaya, dan beberapa hambatan lainnya,membuat riset tak bisa optimal. Padahal ada beberapa temuan-temuan penting yang terpaksa terhenti di tengah jalan karena hambatan-hambatan itu. Program Rusnas memang masih membutuhkan kajian. Rusnas semestinya mampu memenuhi kriteria berupa penemuan, inovasi, paten, standar, dan pasar.Namun, Rusnas belum mampu memberikan jawaban memuaskan terhadap tantangan tersebut. Pada peluncuran buku 10 Tahun Rusnas di Jakarta (30/12), Menteri Negara Riset dan Teknologi Suharna Surapranata mengakui bahwa belum sepenuhnya program Rusnas mencapai target.“Karena masih dalam proses pengembangan, mungkin beberapa program belum sesuai dengan target,” kata Suharna. Setelah 10 tahun berjalan, program Rusnas akan mengalami break selama setahun. Program akan kembali dilakukan 2011. “Waktu setahun kiranya cukup untuk melakukan evaluasi agar program selanjutnya akan jauh lebih baik,”tandasnya. Program Rusnas yang dicanangkan Kementerian Riset dan Teknologi sejak 2000 telah menghasilkan beberapa hasil riset unggulan. Selama 2000-2009 delapan Rusnas telah diselesaikan dengan biaya Rp124 miliar yakni Rusnas Teknologi Informasi (TI) dan Mikroelektronika,Buah Unggulan Tropis, Budi Daya Ikan Kerapu, Industri Kelapa Sawit, Diversifikasi Pangan, Pengembangan Engine Aluminium Paduan,Pengembangan Energi Baru, dan Pengembangan Sapi. Kedelapan program Rusnas tersebut dikelola oleh sejumlah perguruan tinggi terkemuka Tanah Air dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Rusnas TI dan Mikroelektronika dikelola Institut Teknik Bandung (ITB), Buah Unggulan Tropis oleh Institut Pertanian Bogor (IPB),Budi Daya Ikan Kerapu (BPPT), Industri Kelapa Sawit (IPB), Diversifikasi Pangan (IPB), Pengembangan Engine Aluminium Paduan (BPPT), Pengembangan Energi Baru dikelola Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, dan Pengembangan Industri Sapi dikelola Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. Dari delapan program tersebut, sebagian besar telah menghasilkan riset-riset unggulan yang manfaat dan hasilnya bisa dinikmati masyarakat. Seperti Rusnas Buah Unggulan Tropis yang mampu menciptakan buah-buahan tropis kualitas terbaik. Hasil riset yang dikelola Pusat Kajian Buah-buahan Tropika IPB berhasil menciptakan empat buah tropis yang masuk program Rusnas yakni manggis, nenas, pepaya, dan pisang.Buah ini mampu diproduksi maksimal,tahan hama,kaya varietas, dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Rusnas Pengembangan Industri Sapi yang dikelola Unibraw juga turut menyumbang hasil riset yang manfaatnya diharapkan mampu menggenjot kebutuhan daging dan susu dalam negeri. Seperti diketahui, Indonesia memiliki 350.000 ekor sapi perah dan 11 juta sapi potong. Karena petani-peternak rata-rata mengelolanya hanya untuk menunjang subsistensi rumah tangga mereka, petani-peternak Indonesia belum berhasil memenuhi kebutuhan daging dan susu dalam negeri. (sugeng wahyudi) Sumber : http://www.seputar-indonesia.com |
