DRI IPB

Program Minapolitan Butuh Rp150 Miliar

ipb
Warta IPTEK

Program Minapolitan Butuh Rp150 Miliar

ipb

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Program Minapolitan Butuh Rp150 Miliar

JAKARTA (SI) – Kementerian Kelautan dan Perikanan membutuhkan investasi sebesar Rp150 miliar untuk mendukung program pengembangan kota yang perekonomiannya berbasis perikanan (minapolitan) di 14 provinsi di Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, konsep minapolitan tersebut akan dikembangkan di 48 titik kegiatan nelayan. ”Ide minapolitan ini siap diusung tahun ini. Dalam RAPBNP (2010),kami sudah mengusulkan dana Rp150 miliar untuk menyukseskan program minapolitan,” kata dia seusai rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta,kemarin.

Fadel menambahkan, pihaknya telah menggandeng tim dari perguruan tinggi, seperti Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk membantu pelaksanaan proyek yang masing-masing nilainya mencapai Rp40–50 juta. Untuk tahap pertama,akan dibangun 28 pabrik dari total 48 pabrik yang ditargetkan pada 14 provinsi.

”Mulai tahun ini, sebagian di Jawa dan Indonesia Timur,”katanya. Ide minapolitan, kata dia, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah produksi ikan di Indonesia. Dia beralasan, selama ini ikan asal Indonesia yang ditangkap hanya bisa diekspor ataupun dikonsumsi secara mentah oleh nelayan. Ini disebabkan selama ini permasalahan yang dihadapi para nelayan adalah masih minimnya tempat penampungan dan pengolahan ikan hasil tangkapan, sehingga kerap busuk dan menghilangkan nilai tambah.

Dengan program minapolitan, Kementerian Kelautan dan Perikanan berkeinginan untuk membangun sebuah penampungan atau pabrik mini berukuran menengah, dengan berbagai macam jenis. Pengolahan yang dilakukan pun tidak terbatas hanya menjadi produk ikan asin, yang melalui pengeringan atau teknologi sederhana lainnya, yang biasa dilakukan masyarakat. ”Kami ingin dengan minapolitan ini,maka daerah-daerah itu bisa berbasis produksi ikan.

Daerah-daerah percontohan itu nantinya seperti Palabuhanratu, Boyolali, dan sebagian wilayah yang kebanyakan ada di Indonesia Timur,”katanya. Fadel sebelumnya mengatakan, saat ini komoditas perikanan merupakan komoditas yang paling kompetitif di antara produk agrobisnis.Menurut dia, pihaknya akan melakukan pembenahan untuk memikirkan bagaimana menjual banyak produk perikanan ke luar negeri.

Menurutnya, perbandingan komoditas perikanan Indonesia dengan China perbandingan nya satu banding lima. Oleh karena itu, menurutnya pembenahan yang akan dilakukan adalah pembenahan pakan ternak, karena selama ini pakan ternak menjadi beban bagi nelayan, yang mencapai 60%.

Akibatnya, harga jual ikan menjadi mahal. Menurut dia,Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan pakan yang lebih murah, agar bisa mengurangi beban nelayan. Di samping itu, juga berusaha untuk mengatasi hambatan tingginya bea ekspor sejumlah produk perikanan. Namun,menurutnya pasar dalam negeri masih menjadi sasaran luas bagi produk perikanan. (bernadette lilia nova)

 
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com