DRI IPB

Produk Unggulan IPB DIpamerkan

Warta IPTEK

Produk Unggulan IPB DIpamerkan

Produk Unggulan IPB DIpamerkan

 

PRODUK UNGGULAN: Rektor IPB Herry Suhardiyanto memegang produk makanan dari hotong, jenis tanaman sereal mirip padi asal Maluku.
 

BOGOR – Ketergantungan terhadap pangan tertentu mendapat perhatian serius dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Perguruan tinggi yang eksis di sektor pertanian dan pangan itu bertekad untuk menghasilkan produk diversifikasi pangan. Beberapa produk unggulan IPB di bidang pangan dan obat-obatan pun telah dipamerkan dalam Expo Kewirausahaan, kemarin.

IPB membutuhkan penelitian komprehensif agar produk yang dihasilkan bisa diterima masyarakat. Karenanya, IPB mengembangkan kewirausahaan di unitunit kerja, melalui pengembangan satuan usaha akademik.

“Penelitian selama hampir sepuluh tahun ini tentu harus bisa diyakinkan kepada masyarakat, termasuk dari segi ekonomi,” ujar Direktur Bisnis dan Kemitraan IPB, Meika Syahbana Rusli yang ditemui saat Expo Kewirsausahaan IPB, kemarin.

Meika mencontohkan, fakultas teknologi pertanian yang mendirikan Technopark dengan mencoba memproduksi hasil pertanian agar bisa dipasarkan. Meski skalanya kecil, pada dasarnya bisa dikonsumsi langsung masyarakat. “Untuk mengembangkan ini, tentu harus melibatkan investor dan kami sedang mengusahakan itu,” ujarnya Demikian halnya dengan Pusat Studi Biofarmaka yang memproduksi hasil risetnya menjadi produk herbal medicine dalam bentuk ekstrak terstandar dan sudah dikapsulkan. Saat ini sudah dikemas dan sekarang sudah dijual di masyarakat.

“Sudah dikomersialkan dan mendapat tempat di masyarakat. Masalahnya, skalanya belum besar,” imbuh pria yang juga Ketua Dies Natalis ke-47 IPB itu. IPB pun bergerak di bidang kewirausahaan satuan usaha akademik. Dalam kewirausahaan ini, mahasiswa dilatih sejak dini. Misalnya dengan program kreativitas mahasiswa dan wirausaha mahasiswa. Modalnya berasal dari Kementerian Pendidikan Nasional.

Bagi mahasiswa yang proposalnya lolos, diminta agar bisa menerapkan gagasannya dalam bentuk usaha kecil. “Semuanya  itu kita ekspose melalui expo ini,” imbuhnya.

Meski, imbuhnya, butuh waktu lama untuk menanamkan kepercayaan kepada masyarakat. Sebab, tingkat komersialisasi produk perlu meyakinkan konsumen akan keunggulan produk tersebut. Sementara itu, dalam expo ini, lanjutnya, terdapat sekitar 24 stan untuk memeriahkan Dies Natalis ke-47 IPB dengan tema “Menuju Perguruan Tinggi yang Akuntabel, Memperkokoh Karakter Bangsa dan Ketahanan Pangan”.

Expo diselenggarakan selama tiga hari, mulai Senin (18/10) hingga Rabu (20/10). Even ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang hasil penelitian IPB berbentuk produk barang dan jasa yang telah dikomersialkan. Produk itu pun siap dikembangkan lebih lanjut. Juga, untuk mendorong berkembangnya kewirausahaan dalam kurikulum pendidikan IPB. (nie)

 
Sumber : http://radar-bogor.co.id