DRI IPB

Populasi Orangutan Turun 50 Persen

Warta IPTEK

Populasi Orangutan Turun 50 Persen

Populasi Orangutan Turun 50 Persen

PONTIANAK, KOMPAS.com – Populasi orangutan di Taman Nasional Danau Sentarum dan Taman Nasional Betung Karihun, Kalimantan Barat, turun sekitar 50 persen dalam lima tahun terakhir. Penurunan ini akibat pembukaan perkebunan sawit secara besar-besaran di sekitar kedua taman nasional tersebut.

Manajer Program WWF Indonesia-Kalimantan Barat Hermayani Putera mengatakan, saat ini populasi orangutan di TN Danau Sentarum diperkirakan tinggal 500-700 ekor, sedangkan di TN Betung Kerihun berkisar 1.030 ekor.

Keberadaan orangutan (Pongo pygmaeus pygmaeus) di perbatasan Kalimantan Barat-Serawak (Malaysia) tersebut terancam punah jika tidak ada upaya penyelamatan habitatnya.

”Jika seluruh izin perkebunan sawit di sana dibuka, kelestarian orangutan di sana dipastikan terancam. Bisa jadi orangutan di sana juga akan migrasi ke kawasan konservasi Batang Aik di Malaysia,” kata Koordinator Yayasan Titian Yuyun Kurniawan, Minggu (27/12).

Selain ekspansi perkebunan sawit, ia menambahkan, ancaman terhadap habitat orangutan juga muncul dari perluasan areal perladangan dan budidaya masyarakat. Data yang dimiliki Yayasan Titian ada sekitar 23 perusahaan yang berencana melakukan ekspansi perkebunan di perbatasan itu dengan rata-rata luas perkebunan 6.000 hektar hingga 20.000 hektar per perusahaan. Beberapa perusahaan di antaranya sudah memiliki izin usaha perkebunan dan hak guna usaha perkebunan.

Salah satu upaya penyelamatan orangutan yang diusulkan kalangan pelestari satwa dan pengelola taman nasional di sana adalah dengan membuat koridor satwa yang menghubungkan TN Danau Sentarum dan TN Betung Kerihun. Pembentukan koridor satwa ini diharapkan bisa diakomodasi dalam rencana tata ruang wilayah Provinsi Kalimantan Barat.

”Orangutan di TN Danau Sentarum dan TN Betung Kerihun dahulu hidup dalam satu kesatuan ekosistem. Konversi hutan dan lahan untuk budidaya, perladangan, dan perkebunan sawit mengakibatkan ekosistem dua TN itu terpisah,” kata Kepala Seksi Wilayah II Balai TN Danau Sentarum Budi Suriansah.

Sumber : http://regional.kompas.com