Pertanyaan untuk Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc, Guru Besar Teknologi Komputer IPB
Pertanyaan untuk Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc, Guru Besar Teknologi Komputer IPB
Pertanyaan untuk Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc, Guru Besar Teknologi Komputer IPB

Mencari Hikmah
Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc., Guru Besar Teknologi Komputer IPB bersama dengan Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman Noor, M.Rur.Sc., Ahli Genetika IPB telah menerbitkan sebuah buku yang sarat manfaat, yakni Rahasia dan Hikmah Pewarisan Sifat. Apa yang diulas di buku tersebut dan manfaat apa yang diperoleh? Untuk mengetahuinya, Hutami Pudya dari Jurnal Bogor berkesempatan berbincang dengan Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc., yang akrab disapa Kudang. Berikut penuturannya.
Anda bersama dengan Prof. Dr. Ir. Ronny Rachman Noor, ., membuat sebuah buku Rahasia dan Hikmah Pewarisan Sifat. Bisakah Anda menceritakan sekilas mengenai isi buku tersebut?
Buku Rahasia dan Hikmah Pewarisan Sifat ini berisi ulasan ilmu pengetahuan mengenai genetika dan pewarisan sifat secara khusus yang dilandasi dengan dalil-dalil yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadist. Karena sesungguhnya yang apapun ada dan terjadi di dunia ini tidak akan lepas dari ilmu, rencana dan kehendak dari Allah SWT (sunatullah). Jadi diharapkan dengan ulasan yang ditampilkan dalam buku ini, dapat meningkatkan iman, ilmu dan amal kita sebagai hamba Allah untuk lebih pandai mentafakuri dan mensyukuri berbagai rahmat dan karunia Allah.
Bagaimana Anda mengaitkan antara ilmu pengetahuan dan agama?
Ilmu pengetahuan dan teknologi begitu berkembang dengan cepat. Banyak orang yang berlomba untuk terus menggali dan menggali ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Tak heran jika banyak ahli yang menemukan berbagai teori di bidang ilmu pengetahuan dan kini dijadikan pedoman. Sebenarnya, apa yang ditemukan oleh ilmuwan tersebut yang mereka tuangkan dalam sebuah teori memang sudah diatur oleh Allah SWT. Mengulas ilmu pengetahuan dengan landasan agama memerlukan pengkajian yang kokoh dan berkelanjutan (istiqomah) terhadap apa yang dikandung di dalam Al-Quran dan hadist. Namun terkadang kita belum memahami maknanya secara keseluruhan. Oleh karenanya memahami Al-Quran harus menggunakan arti atau tafsirannya sesuai dengan kaidah ilmu tafsir yang benar sesuai dengan kehendak Allah, dan bukan kehendak hamba Allah. Dalil-dalil yang digunakan dalam buku ini pun perlu kehati-hatian dengan merujuk kepada tafsir yang memiliki landasan yang kuat melalui bimbingan guru dan buku-buku tafsir yang diakui umum validitasnya, seperti tafsir Ibnu Katsir.
Apa tujuan Anda ikut serta menyelesaikan buku tersebut?
Saya menerima tawaran pak Ronny dalam penulisan buku ini lantaran saya melihat tujuan dibuatnya buku ini sangat baik, khusunya dalam syiar ilmu pengetahuan dan sekaligus syiar agama. Buku ini menyampaikan sisi ilmu pengetahuannya secara ilmiah, namun dilandasi dengan Al-Quran dan hadist. Saya berharap, buku ini dapat menginspirasikan pembacanya serta menambah keimanan mereka kepada Allah SWT setelah membacanya.
Apa tujuan utama dari buku tersebut?
Tujuan buku ini adalah untuk mengagungkan kebesaran Allah (litukaabirullaaha alaa maa hadaakum) atas apa-apa yang telah diturunkan kepada kita agar kita ini menjadi orang yang bersyukur. Ilmu genetika dan pewarisan sifat adalah salah satu dari sekian kebesaran Allah yang perlu kita tafakuri dan syukuri. Kami menulis buku ini bukan untuk mencari alasan terhadap kebijakan dan ketetapan Allah, yang nantinya akan berujung pada penentangan terhadap ayat-ayat Al-Quran. Bukan itu. Tetapi, kami ingin menguak hikmah di balik apa yang terjadi di alam semesta ini, tanpa bertentangan dengan agama. Justru kami ingin dengan buku ini umat Islam lebih menyadari akan kebesaran Allah yang tiada tara dan semakin kuat semangat dan itikad dalam beribadah.
Adakah kesulitan ketika Anda menyelesaikan buku tersebut?
Kurang lebih selama enam bulan saya mencari landasan mengenai penelitian atau riset Pak Ronny untuk menyempurnakan buku tersebut. Kesulitannya adalah ketika saya mencari mana ayat Allah yang relevan dan valid mendukung ulasan ilmiah tentang genetika dan pewarisan genetik isi buku tersebut. Ini ayat Allah dan akan disampaikan ke publik. Jadi saya harus berhati-hati mencari ayat-ayat Allah dan hadist yang sesuai. Namun sebagai manusia tempat segala kekurangan dan keterbatasan kami memohon ampunan dari Allah SWT dan kritik konstruktif dari pembaca untuk perbaikan lanjut dari tulisan tersebut. Penting kiranya kami sampaikan bahwa ulasan yang kami tulis dalam buku ini tentu masih sangat kecil dan terbatas dibandingkan dengan samudra kebesaran dan kekayaan ilmu-NYA. Kami memohon kepada-NYA agar dapat menambahkan ilmu yang bermanfaat bagi kami.
Adakah yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca?
Sebagai hamba Allah kita diperintahkan untuk membaca. Ayat yang pertama kali turun pun adalah “membaca”. Membaca yang dimaksud tentunya bukan membaca teks semata, tetapi membaca tentang keadaan sekitar kita, alam, masyarakat, dan sebagainya. Hal ini tentu untuk menambah keimanan kita dan keilmuan kita. Kita pun bisa mencari hikmah di balik apapun yang terjadi di alam semesta ini. Kami juga berharap agar pembaca dapat bergotong royong dalam kebenaran dan ketaqwaan melalui saran dan kritik konstruktif demi penyempurnaan yang lebih besar.
Apakah dengan memperoleh hikmah kita otomatis akan memperoleh hidayah-Nya?
Insya Allah, kita akan memperoleh hidayah-Nya. Umat Islam tentu menginginkan hidayah dari Allah SWT. Yang harus diingat adalah hidaya bukan ditunggu, tetapi dicari dan dijemput. Caranya ya salah satunya dengan mencari hikmah di balik tanda-tanda Kebesaran Allah dan mensyukurinya sehingga kita ditambah lagi rezeki dan ilmunya di dunia dan akhirat oleh Allah SWT.
Apa harapan Anda?
Harapan saya, buku ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama pembacanya, serta bisa lebih atau menambah keimanan kita sebagai umat Islam kepada Allah SWT. Allah Maha Berkehendak. Kita wajib mengimani itu. Kebesaran Allah dapat dilihat dan dirasakan dengan melihat dan peka terhadap lingkungan sekitar kita, mulai dari hal yang terkecil. Kami juga berharap agar pemikiran sekuler yang memisahkan ilmu pengetahuan ilmiah dengan agama yang ditetapkan Allah SWT tidak sepatutnya terjadi. Allah adalah pemilik dan pencipta kerajaan langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya; mengetahui, mengendalikan, dan menguasai segala sesuatunya. Tidak satupun lepas (luput) dari pengawasan dan kehendak Allah.
Apa motto hidup Anda?
Motto hidup saya adalah Menuntut dan Mengajarkan Ilmu Hingga Mati. Belajar tak mengenal batasan usia. Selama kita hidup di muka bumi ini, selama itu pulalah kita belajar. Belajar bisa dari apapun, termasuk dari pengalaman masa lalu. Kalau kita mau belajar, kita akan mendapat hikmah di balik semua yang terjadi. Motto ini adalah sebagian dari upaya saya sebagai hamba untuk dapat memenuhi perintah-NYA yang berbunyi: “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” (Ali-Imram: 79). Amin yaa Allah yaa Rabbal A’lamin.
hutami | jurnal bogor