Perhatian DEPTAN untuk Peternak Sapi Anggota KBPS Pengalengan yang Terkena Gempa Bumi
Perhatian DEPTAN untuk Peternak Sapi Anggota KBPS Pengalengan yang Terkena Gempa Bumi
Perhatian DEPTAN untuk Peternak Sapi Anggota KBPS Pengalengan yang Terkena Gempa BumiSumber Berita : Sekretariat Jenderal |
Pasca terjadinya gempa bumi yang terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat pada tanggal 2 September 2009 yang lalu, Menteri Pertanian Dr. Ir. Anton Apriyantono, MS, didampingi Dirjen Peternakan dan Dirjen P2HP, pada hari Senin, tanggal 7 September 2009 telah mengunjungi beberapa lokasi korban gempa di daerah Pangalengan dan Gambung, Jawa Barat. Di Pangalengan Mentan melihat secara langsung kerusakan yang terjadi akibat gempa yang dialami oleh Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KBPS) Pangalengan. Selain menyebabkan kerusakan fisik Kantor KBPS di Jl. Raya Pangalengan No. 340, Kabupaten Bandung dan Unit Milk Treatment yang berlokasi di desa Pangalengan, menurut Ketua KBPS Drs. HM Tavip Danuwidjaja, dari total kandang ternak sapi milik para anggota koperasi yang saat ini berjumlah sekitar 18.000 unit, menurut perhitungan sementara 11.000 unit diantaranya juga mengalami kerusakan.
Adapun produksi susu sapi pasca gempa sempat mengalami penurunan hingga sekitar 10%, namun pada saat kunjungan telah membaik sehingga penurunan produksi tinggal 7%. Menanggapi laporan Ketua KBPS tentang kerusakan yang terjadi, khususnya pada kandang ternak sapi, Mentan meminta kepada Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung untuk segera dapat melakukan pendataan dan menyusun langkah perbaikan jangka pendek dalam waktu 2 hari ini, sehingga produktivitas susu yang dihasilkan oleh para anggota koperasi dapat dipertahankan. Pada kesempatan tersebut Mentan juga menyerahkan bantuan untuk meringankan beban para peternak sapi anggota koperasi yang terkena musibah. Mentan menambahkan bahwa Deptan akan memberikan bantuan kepada para peternak antara lain untuk perbaikan kandang. Setelah mengunjungi Pangalengan, Mentan melanjutkan perjalanan ke Ciwidey untuk melihat secara langsung kondisi Balai Penelitian Teh dan Kina (BPTK) Gambung, yang beberapa unit bangunan laboratorium dan perumahan karyawannya juga mengalami kerusakan akibat gempa bumi tersebut. [Sumber: Biro Hukum dan Humas] |