Penjajagan Kerjasama Pengembangan Sentra Produksi Pertanian oleh Kabupaten Sigi ke LPPM IPB
Penjajagan Kerjasama Pengembangan Sentra Produksi Pertanian oleh Kabupaten Sigi ke LPPM IPB
Pada tanggal 22 Maret 2018, LPPM IPB mendapat kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Sigi dalam rangka menjalin kolaborasi dan kerjasama dengan LPPM IPB untuk pengembangan sentra produksi pertanian. Pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Sidang LPPM IPB tersebut dihadiri oleh Kepala LPPM IPB (Dr. Ir. Aji Hermawan, M.M), Wakil Kepala LPPM IPB Bidang Penelitian (Prof. Dr. drh. Agik Suprayogi), Ketua SPR LPPM IPB (Prof. Dr. Muladno, MSA), Peneliti padi varietas IPB 3S (Dr. Ir. Hajrial Aswidinnoor, M.Sc), Dosen ahli IPB bidang olahan pangan (Ir. Sutrisno Koeswara, M.Si). Kunjungan dilakukan oleh Bupati Kabupaten Sigi (Mohamad Irwan, S.Sos., M.Si), Kepala BAPPEDA, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sigi.
[masterslider id=”254″]
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Kabupaten Sigi menyampaikan beberapa potensi pertanian yang dapat dikembangkan. Kabupaten Sigi memiliki luas wilayah sekitar 5.196,02 km2 dan hampir 65% wilayahnya merupakan kawasan hutan lindung. Namun, pemanfaatan hasil-hasil pertanian masih belum dilakukan secara optimal. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sigi menyampaikan, saat ini produksi beras dalam satu siklus panen masih sekitar 5 Ton/hektar sehingga pemerintah daerah berupaya untuk terus meningkatkan produksi padi sawah. Selain itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi berharap adanya sentuhan inovasi dari IPB untuk mengembangkan kegiatan peternakan dan transfer ilmu dalam hal pengolahan pangan guna meningkatkan nilai tambah produk-produk pangan berbahan baku ubi jalar di Kabupaten Sigi.
Untuk meningkatkan produktivitas padi sawah, Dr. Ir. Hajrial Aswidinnoor, M.Sc mengusulkan untuk dilakukan pengembangan benih padi IPB 3S di Kabupaten Sigi. Dalam pengembangan kegiatan peternakan, Tim IPB yakni Prof. Muladno menawarkan kerjasama dalam kegiatan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) dengan tujuan membangun bisnis kolektif berjamaah. Program SPR merupakan proses pembelajaran secara aplikatif, partisiatif, sistematis dan terstruktur untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan peternak rakyat dengan cara memberi akses informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta penguatan kendali produksi dan pasca produksi ternak. Hingga tahun 2018, sebanyak 29 SPR telah dibentuk oleh LPPM IPB yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sebagai langkah awal, LPPM IPB dan Pemerintah Kabupaten Sigi akan segera menyusun naskah kerjasama dalam bentuk MoU dan MoA.
Download berita dalam PDF