Panen Perdana Demplot Padi IPB 3S oleh LPPM IPB di Kota Banjar
Panen Perdana Demplot Padi IPB 3S oleh LPPM IPB di Kota Banjar
Jumat (22/3), Tim IPB yaitu Kepala LPPM IPB (Dr. Aji Hermawan) dan Pemulia varietas padi IPB (Dr. Hajial Aswidinoor) melakukan panen perdana demplot Padi IPB 3S di Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar bersama dengan Walikota Kota Banjar (Hj. Ade Uu Sukaesih, S.Ip, M.Si). Kegiatan penanaman Padi IPB 3S di sawah seluas 1 hektar di wilayah tersebut merupakan bentuk kerjasama antara LPPM IPB dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kota Banjar. Petani di Desa Mekarharja didampingi oleh fasilitator Stasiun Lapang Agrokreatif (SLAK) LPPM IPB dalam proses penanaman hingga pemanenan.
Dalam sambutannya, Walikota Banjar berharap kegiatan panen perdana varietas padi IPB 3S di Desa Mekarharja bisa menjadi langkah awal untuk mensejahterakan masyarakat. “Saya berharap penanaman padi IPB 3S dapat meningkatkan produksi gabah dan padi menjadi lebih cepat dan dalam jumlah yang banyak. Kami juga berharap Kota Banjar bisa menjadi salah satu wilayah penangkar benih padi IPB 3S dan juga desa-desa di kota Banjar bisa menanam bibit indigofera untuk mengurangi permasalahan pakan ternak dan meningkatkan produktivitas ternak sehingga tidak ada lagi kasus sapi kurus atau domba mati karena kelaparan” jelas Hj. Ade.
[masterslider id=”334″]
Dr. Hajrial menyampaikan, varietas padi IPB 3S merupakan varietas padi yang diperuntukkan bagi lahan sawah irigasi. “Salah satu ciri varietas padi IPB 3S adalah jumlah butir padi dalam 1 malai mencapai rata-rata 350 butir. Dengan jumlah tersebut potensial dikembangkan karena kuantitasnya bisa mencapai 8 – 13 ton perhektar. Perlakuan pada padi juga berpengaruh terhadap produktivitas atau hasil yang meliputi cara pembenihannya, penanaman dan pemanenan. Pemanenan padi IPB 3S dilakukan secara mekanisasi atau menggunakan mesin sebab didesain khusus supaya tidak mudah rontok” ujar Dr. Hajrial pada saat menjelaskan varietas Padi IPB 3S hasil penelitiannya.
Acara yang berlangsung di Desa Mekarharja dihadiri pula oleh Wakil wali kota, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Desa Mekarharja, serta petani dan masyarakat Kota Banjar.
Dr. Aji Hermawan menyampaikan, LPPM IPB sejak tahun 2018 telah bekerjasama dengan Kota Banjar dengan menerjukan dua orang Fasilitator SLAK untuk pengembangan kegiatan peternakan dan pertanian. Khususnya di Desa Mekarharja, dalam bidang peternakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat adalah kurangnya pakan hijauan ketika musim kemarau dan pengelolan limbah peternakan yang belum maksimal. “terkait hal tersebut, pada tahun 2018 fasilitator SLAK LPPM IPB telah melaksanakan kegiatan SLAK yang meliputi kegiatan pemberian pelatihan pembuatan pakan fermentasi (silase) tinggi protein untuk pakan ternak sapi, domba dan kambing dengan menggunakan hijauan dan legumen. Limbah ternak dimanfaatkan sebagai pupuk organik hayati (kompos) yang digunakan untuk persiapan demplot padi IPB 3S” Jelas Dr. Aji.
Rangkaian acara diakhiri dengan penanaman tanaman pakan yaitu indigofera yang bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat Desa Mekarharja dalam pengembangan bisnis pakan ternak dan juga pemanfaatnya untuk mencegah erosi di bantaran sungai. (Wd)
[button text=”Unduh Berita” url=”http://dri.ipb.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/LPPM-IPB-Panen-Perdana-Demplot-Padi-IPB-3S-di-Banjar.pdf” size=”middle” type=”colored” text_color=”#fff” mouseover_text_color=”#000″ bg_color=”#14b3e4″ bg_transparent=”0″ mouseover_bg_color=”” mouseover_bg_transparent=”1″ border_color=”” border_color_transparent=”1″ mouseover_border_color=”#000″ mouseover_border_color_transparent=”0″ sc_id=”sc478498972509″]