DRI IPB

NASA Ciptakan Peta Hutan Global Pertama di Dunia

Warta IPTEK

NASA Ciptakan Peta Hutan Global Pertama di Dunia

NASA Ciptakan Peta Hutan Global Pertama di Dunia

(IST)

IIlmuwan NASA telah menciptakan peta pertama hutan dunia dari ketinggian tertentu dengan menggabungkan tiga satelit NASA.

Seperti dikutip dari Thaindian News, ilmuwan akan menggunakan peta ini untuk mencari tahu persediaan kadar karbon hutan yang tersimpan di dunia dan seberapa cepat siklus karbon terjadi dalam ekosistem dan kembali ke atmosfir.

Meskipun peta sebelumnya telah memproduksi peta hutan lokal dan regional, peta baru ini berbeda karena mampu menjangkau seluruh dunia menggunakan metode penyeragaman.

Peta ini berdasarkan pada koleksi data satelit Terra dan Aqua milik NASA bersamaan dengan satelit Ice, Cloud dan Elevation atau lebih dikenal dengan ICESat.

Hutan tertinggi di dunia akan ditampilkan secara berkelompok di sisi pasifik barat laut wilayah Amerika Utara dan sebagian dari Asia Tenggara. Namun hutan yang lebih pendek ditemukan di dataran Kanada bagian utara dan Eurasia.

Michael Lefsky, spesialis remote-sensing dari Colorado State University di Ft. Collins, memproduksi bagian akhir di mana mengutamakan penggunaan data dari teknologi laser yang disebut Lidar pada ICESat.

Lidar dapat menangkap irisan vertikal dari kanopi hutan dengan menembakkan pulsa cahaya ke tanah dan mengobservasi berapa lama yang dibutuhkan untuk kembali ke permukaan dari puncak kanopi hutan. Lidar dapat menembus lapisan atas kanopi hutan dan menyediakan detil snapshot dari struktur vertikal hutan.

”Lidar tidak terparalel untuk jenis pengukuran ini,” kata Lefsky.

“Benda ini memerlukan waktu bebarapa minggu atau lebih untuk mengumpulkan data yang sama di lapangan dengan menghitung dan mengukur cabang pohon yang direkam oleh Lidar pada beberapa detik,” Lefsky menambahkan saat dia menggunakan lebih dari 250 juta pulsa laser yang dikumpulkan selama tujuh tahun untuk membuat peta ini.

Peta hutan ini adalah langkah menuju peta global dari seluruh bioma yang ada di daratan. Sassan Saatchi, ilmuwan senior Jet Propulsion Labolatory NASA di Pasadena, Kalifornia, telah mulai menggabungkan data ketinggian persedian hutan untuk menciptakan peta bioma hutan tropis.

Persediaan bioma global pada akhirnya akan digunakan untuk meningkatkan model iklim dan menuntun pembuat kebijakan strategi menejemen karbon. Lefsky menggambarkan hasilnya di koran jurnal yang diterbitkan bulan depan di Geophysical Research Letters. [mor]

 Sumber : Inilah.com