DRI IPB

Menteri Amerika Cemburu pada SEAFAST IPB

Warta LPPM

Menteri Amerika Cemburu pada SEAFAST IPB

Menteri Amerika Cemburu pada SEAFAST IPB

 

KUNJUNGAN: Wakil Menteri Pertanian Amerika Serikat Michael Scuse, berbincang dengan Rektor IPB di sela-sela kunjungannya, kemarin.
 
BOGOR-Wakil Menteri Pertanian untuk Dinas Peternakan dan Pertanian Luar Negeri Amerika Serikat Michael Scuse, mengaku cemburu dengan keberadaan The Southeast Asian Food and Agriculture Science and Technology (Seafast Center) IPB. Terutama, soal peralatan dan cara kerja para ilmuwan di lembaga ini yang merupakan kerjasama internasional antara IPB dengan Texas A&M University (TAMU).

“Saya sangat cemburu dengan kinerja dan peralatan di sini (Seafast Center, red). Karena itu, saya sangat ingin berkerjasama dengan IPB,” kata Michael, saat melakukan peninjauan ke Laboraturium dan Lokasi pengolahan Seafast Center, Kampus IPB Dramaga, kemarin.

Michael mengatakan, kerjasama antara IPB dan TAMU memang harus dijalin dengan baik. Karena ia melihat potensi yang sangat besar di Indonesia. Menurut dia, salah satu tujuan kemitraan ini untuk membantu masyarakat Indonesia.

“Ini adalah proses kemitraan, karena saya ingin hubungan Indonesia dengan Amerika bisa terjalin lebih baik. Saya juga berkeinginan membantu masyarakat Indonesia,” tegasnya dengan bahasa Inggris.

Seafast Center dibuat sebagai lembaga yang memiliki visi meningkatkan mutu, gizi dan keamanan pangan melalui ilmu dan teknologi yang bertindak sebagai pusat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pangan. Bahkan, Seafast Center bertanggungjawab dalam penelitian dan pengabdian di kawasan Asia Tenggara.

Saat ini, Seafast diinisiasi dengan mengunakan hasil penjualan non fat dairy milk (NFDM) yang didonasikan kepada TAMU pada 2005 silam, untuk program bantuan pangan sesuai dengan Section 416(b) USDA. Guna mempermudah penyaluran, NFDM diproses menjadi susu cair yang sebagian besar didistribusikan untuk subsidi kepada sekolah dasar (SD) yang ada di Indonesia. “Program itu juga digunakan untuk pendirian bangunan kelas dan perkuliahan, laboratorium serta pendidikan jarak jauh di IPB,” kata Direktur Seafast Center Prof Purwiyatno Hariyadi, kemarin.

Dari kunjungan itu, ia berharap kerjasama yang dilakukan bisa lebih baik lagi dan terus meluas ke depannya. “Kalau kerjasama sudah berjalan dengan baik, maka Amerika bisa memberikan bantuan yang signifikan,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto mengatakan, melalui kunjungan tersebut IPB terdorong untuk mempercepat internasionalisasi. “Kita sangat bersyukur banyak orang memberikan pengakuan terhadap IPB. Kita akan mempelajari kemungkinan kerjasama lebih lanjut dengan Amerika,” ujarnya usai mendampingi perwakilan Amerika tersebut.

Menurut dia, kerjasama yang terjalin selama ini sudah menunjukkan prestasi sangat memuaskan. Antara lain, juara I dan II teknologi pangan dunia pada 2009, serta juara I dan II Institute of Food Technologies pada kompetisi ilmu teknologi pangan di Amerika.

“Prestasi kita sudah sangat bagus. Karena itu saya yakin akan lebih maksimal lagi kalau dikembangkan lebih jauh. Terlebih kalau dukungan yang diberikan juga maksimal,” pungkasnya.(leo)

 
Sumber : Radar Bogor