Mentan Ajak Alumni IPB Majukan Agrobisnis
Mentan Ajak Alumni IPB Majukan Agrobisnis
Mentan Ajak Alumni IPB Majukan Agrobisnis
Menteri Pertanian Suswono (ist.)
JAKARTA – Sejak dulu, Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Hal ini tidak mengherankan sebab Indonesia dianugerahi lahan pertanian yang cukup luas. Oleh karena itu, bidang agraris dapat menjadi sektor yang menjanjikan bagi perekonomian Indonesia.
Dalam Seminar Nasional bertema “Improving The Enabling Environment For Agrobussiness and Agroindustry Competitiveness” yang diselenggarakan IPB hari ini, Menteri Pertanian, Dr. Ir Suswono menguatkan pernyataan tersebut.
Dia menilai, sektor agrobisnis Indonesia memiliki kelebihan untuk mendatangkan pendapatan besar bagi Indonesia.
“Kelebihan tersebut antara lain, potensi ekstensifikasi dan intensifikasi sumber daya lahan dan air yang masih cukup besar, SDM pertanian yang melimpah, lokasi geografis yang menguntungkan, serta dukungan dari politik kebijakan yang tinggi dan industri sarana berbasis sumber daya domestik, misalnya industri agrokimia, sebagai pendukung,” kata Suswono, Sabtu (21/5/2011).
Suswono menambahkan, kekuatan yang kita miliki harusnya menjadi modal kuat untuk meraih peluang yang lebih besar dan untuk menghadapi semua tantangan dalam usaha mengembangkan industri agrobisnis ini.
Menurut alumnus IPB itu, perlu ada peningkatan kemampuan agrobisnis yakni kemampuan menghadapi risiko, kemampuan menghadapi persaingan usaha, dan kemampuan untuk terus berkembang secara berkelanjutan. Peningkatan daya saing dan perkembangan industri agrobisnis ini tentu saja tidak terlepas dari faktor internal, kemampuan agrobisnis secara individu dan lingkungan pemampu agrobisnis (LPA) sebagai faktor eksternal.
“Saya rasa yang paling tepat adalah LPA, karena lebih fokus pada aspek peranan pemerintah untuk menciptakan LPA tersebut,” kata salah satu lulusan program Doktor Manajemen Bisnis IPB ini.
Penyempurnaan strategi dalam pembangunan LPA sangat diperlukan karena adanya kepentingan pribadi pemerintah. Suswono menilai peran pemerintah masih terlalu dominan, sementara inisiatif pelaku agrobisnis masih kurang.
Suswono pun mengajak para civitas academica IPB untuk berperan serta sebagai pelopor dalam pembangunan LPA demi peningkatan daya saing industri agrobisnis di Indonesia bahkan di dunia.(rfa)
Sumber : Okezone