Menristek Menyambut Baik Panen Kedelai Unggul Hasil Riset Strategis
Menristek Menyambut Baik Panen Kedelai Unggul Hasil Riset Strategis
Menristek Menyambut Baik Panen Kedelai Unggul Hasil Riset Strategis
Kementerian Riset dan Teknologi bekerjasama dengan BATAN, LIPI, IPB, UNSRI dan BPPT dalam rangka program riset strategis. Pada tanggal 05 Agustus 2011, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata beserta Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional, Hudi Hastowo dan para rombongan melakukan panen kedelai varietas unggul BATAN hasil riset strategis untuk pangan di lahan milik Pusat Pengembangan Imu Pengetahuan dan Teknologi Puspiptek Serpong.
Varietas kedelai unggulan yang ditanam ada 3 macam yaitu Rajabasa, Mitani, dan Mutiara. Panen kedalai ini sendiri awalnya akan direncanakan berlangsung pada tanggal 10 Agustus 20011 karena diperkirakan kedelai akan siap panen saat itu, namun ternayata kedelai harus panen lebih awal. Hal ini dikarenakan kondisi lahan yang sub optimal dan bukan lahan normal sehingga kedelai lebih cepat panen, lahan ini sendiri untuk pertama kalinya ditanami kedelai, apabila terus dimanfaatkan diperkirakan hasil panen kedelai akan meningkat.
Ketiga varietas unggul tersebut adalah hasil litbang iptek nuklir khususnya pemuliaan tanaman menggunakan tehnik radiasi. Hasil panen varietas tersebut yaitu pertama, Rajabasa yang mempunyai keunggulan produktivitas yang tinggi dan toleran ke lahan marginal yang mempunyai biji yang besar mencapai 15 gram per 100 butir, selain itu juga Rajabasa bisa menghasilkan 2,2 ton/ha. Rajabasa ini sudah dilepas pada tahun 2004.
Kedua, Mitani yang dilepas pada tahun 2008 mempunyai produktivitas yang tinggi dan tahan terhadap hama hapis (Vektor pembawa penyakit virus) dan mempunyai biji yang besar mencapai 14 gram per 100 butir yang menghasilkan 2,87 ton/ha. Dan ketiga, Mutiara yang dilepas pada tahun 2010 mempunyai keunggulan biji yang besar dan produktivitas yang tinggi yang menghasilkan 2,64 ton/ha. Hasil ini sendiri jauh diatas rata-rata produksi nasional kedelai yang hanya 1,3-1,4 ton/ha. Potensi hasil ketiga hasil varietas ini sendiri sebetulnya bisa mencapai 3,9 ton/ha.
Menteri Negara Riset dan Teknologi menyambut baik hasil riset untuk pangan ini. Menurutnya yang terpenting adalah bagaimana dengan teknologi yang dimiliki BATAN ini bisa langsung berbagi dengan masyarakat. Iptek harus berperan penting dalam peningkatan taraf hidup masyarakat, tidak hanya selesai di laboratorium saja. Ia juga berharap kerjasama Kementerian Riset dan Teknologi dengan BATAN di bidang pangan terus berlanjut, ia menyatakan 8 hektar lahan milik puspiptek ke depannya bisa saja terus dimanfaatkan untuk keperluan riset strategis untuk pangan. (md/humasristek)
Sumber : http://www.ristek.go.id