Mendikbud Sebut IPB Gudang Inovator
Mendikbud Sebut IPB Gudang Inovator
Mendikbud Sebut IPB Gudang Inovator
Metrotvnews.com, Bogor: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh menyebutkan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai gudang inovator.
“IPB adalah gudangnya inovator, banyak inovasi yang dihasilkan di kampus ini,” kata menteri saat menutup masa pengenalan kampus mahasiswa baru IPB angkatan 49 sekaligus pembukaan perayaan Dies Natalis di Kampus Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/9) sore.
Menteri mengatakan, para mahasiswa yang mendapat kesempatan masuk IPB harus bersyukur. Selain melahirkan inovasi, IPB juga memiliki pakar yang ahli di bidangnya. Alumni IPB juga banyak yang menjadi pemimpin seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Semoga ke depan IPB akan melahirkan banyak presiden lainnya,” kata Menteri di hadapan 4.200 mahasiswa baru IPB angkatan 49.
Menteri yang hadir sebagai pembicara kunci dalam penutupan masa pengenalan kampus mahasiswa baru IPB, membawakan kuliah singkat dengan tema “Perluasan akses terhadap pendidikan tinggi yang bermutu”. Dalam kuliah singkatnya Menteri menantang IPB untuk mampu menjadi sumber demokrasi kemahasiswaan.
Mahasiswa IPB juga ditantang untuk mengambil kepemimpinan dalam penelitian. “Hasil penelitian IPB tidak terhitung lagi jumlahnya. Penelitian IPB juga beberapa kali menjuarai penelitian nasional. Saya berharap mahasiswa baru dapat menjadi pelopor pemimpin penelitian di IPB,” katanya.
Menteri memberikan penghargaan sangat tinggi kepada IPB yang telah menjadi promotor dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, kehadiran IPB menjadi sangat penting bagi pembangunan bangsa Indonesia. Pertumbuhan penduduk Indonesia setiap tahunnya sekitar 1,49 persen, artinya setiap tahun ada 3 juta orang yang mendapat tambahan pangan.
Begitu juga penduduk dunia yang saat ini jumlahnya mencapai 7 miliar dan akan bertambah menjadi 9 miliar. “Kita semua membutuhkan pangan. Tanpa pangan kita tidak dapat hidup. Coba saja kalian tidak makan satu hari, apa bisa kita menciptakan teknologi,” kata menteri.
Pentingnya pangan bagi kelangsungan manusia, lanjut menteri, menjadi tantangan bagi IPB untuk terus berinovasi menghasilkan pangan nasional. Oleh karena itu, dia menugaskan khusus IPB untuk mengembangkan produksi pangan.
“Saya akan sampaikan ke Dirjen Dikti, untuk mengalokasikan anggaran khusus untuk mengembangkan produk-produk pertanian, sehingga dengan produk itu bisa mengembangkan produksi pangan,” kata Menteri.
Menteri melanjutkan, tantangan mahasiswa IPB ke depan adalah untuk mampu memproduksi pangan sehingga pemerintah Indonesia tidak perlu impor lagi. “Masak kita harus impor kedelai lagi. Kita punya IPB, sudah saatnya kita siap tidak impor kedelai, gula, beras dan buah. Ke depan kita bisa menikmati pangan kita sendiri,” ujar Menteri.
Menteri juga memberikan semangat kepada mahasiswa baru IPB. Ia berpesan agar mahasiswa mengedepankan kejujuran dalam setiap perbuatannya baik selama perkuliahan hingga lepas nanti. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan waktu luang dengan terus belajar dan berlatih mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Tidak lupa pesan saya, hormati orang tua kita. Jangan pernah lupa meminta doa dan restunya,” ujarnya.(Ant/BEY)
Sumber: Metrotvnews
