DRI IPB

Menciptakan Lembaga Litbang Unggul Melalui Supervisi Pusat Unggulan Iptek

pui
Warta LPPM

Menciptakan Lembaga Litbang Unggul Melalui Supervisi Pusat Unggulan Iptek

 pui

Menciptakan Lembaga Litbang Unggul Melalui Supervisi Pusat Unggulan Iptek

   
 

Sebagai salah satu pelaksanaan kegiatan Pengembangan Pusat Unggulan Iptek, kegiatan pembinaan atau supervisi terhadap 12 lembaga litbang/ konsorsium riset yang dikembangkan sebagai Pusat Unggulan Iptek, telah dilaksanakan pada tanggal 15-29 Maret 2013. Pelaksanaan kegiatan supervisi yang dilaksanakan secara independen (bersama dengan tim supervisi yang telah ditunjuk) ini bertujuan untuk melakukan pengawalan terhadap substansi kegiatan Lembaga Litbang yang dikunjungi sesuai dengan tema riset Pusat Unggulan Iptek. 
 
Kegiatan supervisi yang dilakukan pada bulan Maret 2013 merupakan kegiatan supervisi pertama yang dilakukan pada tahun 2013 terhadap 12 lembaga litbang yang dikembangkan menjadi Pusat Unggulan Iptek. Lembaga-lembaga litbang yang dikunjungi adalah Pusat Penelitian Kelapa Sawit – Medan, Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Sub Optimal (PUR-PLSO) – Palembang, Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) – Bogor dan Pusat Studi Biofarmaka – Bogor, Pusat Penelitian Karet – Bogor, Lembaga Penyakit Tropis – Surabaya, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia – Jember, Konsorsium Riset Pariwisata – Denpasar, Konsorsium Riset Ruminansia Besar – Mataram, Konsorsium Riset Pengelolaan Hutan tropis Berkelanjutan – Banjarbaru, Konsorsium Riset Rumput Laut – Makassar, dan Konsorsium Riset Sagu – Manokwari.
 
Secara umum, selama periode Januari – Maret 2013 ke-12 lembaga litbang/konsorsium riset tersebut telah melaksanakan kegiatan pengembangan untuk menjadi Pusat Unggulan Iptek sesuai dengan Masterplan Pengembangan Pusat Unggulan Iptek yang telah disusun sebelumnya. Beberapa target capaian output Pusat Unggulan Iptek telah dicapai oleh lembaga tersebut, di antaranya undangan sebagai pembicara dan pemakalah dalam konferensi internasional, kunjungan lembaga internasional, kerjasama riset pada tingkat nasional dan internasional, dan kerjasama non litbang. Target capaian output yang masih belum banyak dicapai oleh lembaga litbang konsorsium antara lain publikasi dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan jurnal ilmiah internasional, paten terdaftar, akreditasi laboratorium, dan produk yang dilisensikan. 
 
Masih belum tercapainya target output lembaga disebabkan oleh beberapa kendala di antaranya belum terjalinnya koordinasi yang lebih baik antara anggota konsorsium, terbatasnya jurnal ilmiah nasional terakreditasi yang sesuai dengan tema riset Pusat Unggulan Iptek, masih rendahnya minat dari para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka, sulitnya memperoleh paten terutama paten granted karena memerlukan waktu yang cukup lama, dan lain-lain.
 
Beberapa catatan penting/saran dari Tim Supervisi yang perlu ditindaklanjuti oleh masing-masing lembaga litbang/konsorsium riset, antara lain perlunya memperluas kerjasama di dalam dan luar negeri baik dengan industri, pemda setempat, perguruan tinggi lainnya, maupun organisasi internasional  yang juga melakukan kegiatan riset serupa; perlunya dibentuk forum komunikasi konsorsium agar koordinasi antar anggota konsorsium lebih efektif; perlunya mempersiapkan akreditasi bagi pranata litbang dari lembaga litbang/ konsorsium riset yang belum terakreditasi; perlunya memperjelas peran organisasi konsorsium yang mewadahi anggota konsorsium, khususnya dalam manajemen pengelolaannya baik yang terkait dengan fungsionalisasi organisasi, sustainability/ keberlanjutan organisasi, maupun proses diseminasi hasil litbang; perlu adanya forum komunikasi dan mediasi dalam wadah organisasi; pengembangan website bagi lembaga litbang yang belum memiliki website sendiri yang nantinya juga berguna sebagai forum komunikasi antar peneliti, peneliti dan dunia usaha, serta wadah diseminasi hasil-hasil litbang, dan lain-lain. 
 
Melalui kegiatan supervisi ini diharapkan semua lembaga litbang/konsorsium riset yang dikembangkan menjadi Pusat Unggulan Iptek dapat merasakan manfaat yang positif, terutama dalam mengakselerasi kemampuan lembaga litbang menuju Pusat Unggulan Iptek yang mandiri. (ir, ad3-dep1/ humasristek)