DRI IPB

Mahasiswa Jepang Peserta SUIJI-SLP IPB University Mengenal Lebih Dekat Potensi Desa Purwasari

Berita / Warta LPPM

Mahasiswa Jepang Peserta SUIJI-SLP IPB University Mengenal Lebih Dekat Potensi Desa Purwasari

Sebanyak lima Mahasiswa Jepang dari Ehime University, Kagawa University dan Kochi University serta 12 Mahasiswa IPB University peserta Six University Initiative Japan Indonesia-Service Learning Program (SUIJI-SLP) tahun 2020 berkesempatan berkunjung ke Desa Purwasari, (20/2).  Desa Purwasari menjadi salah satu desa yang pertama kali dikunjungi pada SUIJI-SLP 2020, sehingga masih banyak potensi yang bisa digali dari desa ini.

Sekretaris Desa Purwasari, Suhendi menyambut dengan hangat kedatangan peserta SUIJI-SLP 2020.  “Selamat datang di Desa Purwasari, sebuah desa yang masih asri dan merupakan tempat dengan budaya Islam yang sangat kuat. Semoga adik-adik bisa bersenang-senang, bisa mengeksplorasi Desa Purwasari serta menjaga relasi yang telah terbentuk,” ujar Suhendi saat memberikan sambutan pada prosesi serah terima peserta SUIJI–SLP 2020.

[masterslider id=”439″]

Seusai prosesi serah terima, seluruh peserta berkesempatan mengunjungi rumah para stakeholder yang ada di Desa Purwasari, khususnya di Kampung Situ Uncal, tempat singgah peserta selama melaksanakan Kegiatan SUIJI-SLP 2020.

Ketua RW 01 Kampung Situ Uncal, Sarnata juga menyambut hangat kedatangan para peserta di wilayahnya. “Desa Purwasari, khususnya Kampung Situ Uncal sangat mengandalkan sektor pertanian dalam kesehariannya. Para warga menggantungkan nasibnya dari hasil berkebun, bertani, beternak serta kolam ikan,” ungkapnya.

Kali ini, para peserta SUIJI- SLP berkesempatan untuk melihat langsung proses pemanenan dan pengolahan beras, pemanenan ikan dari kolam serta merasakan segarnya bengkuang yang dipanen langsung dari kebun. Terlihat mahasiswa Jepang begitu antusias untuk mencoba bengkuang, yang baru kali ini mereka coba.

Sementara itu, Kebudayaan Islam yang sangat kental di Desa Purwasari menjadikan banyak sekali kebiasaan serta kesukaan warga sekitar yang berkaitan dengan unsur religius. Salah satu yang menjadi kebanggaan masyarakat Desa Purwasari adalah kelompok Qasidah. Kelompon Qasidah dari Desa Purwasari telah banyak dikenal oleh khalayak dan mendapatkan kesempatan untuk tampil di salah satu televisi swasta. Capaian ini menjadikan kesenian Qasidah begitu diminati oleh masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Selain itu, masyarakat Desa Purwasari juga terbiasa mengadakan pengajian secara rutin. Pengajian dilakukan setiap hari Senin bagi ibu-ibu dan setiap Sabtu bagi bapak-bapak. Anak-anak pun terbiasa mengaji setiap hari, mulai dari jam tiga sore hingga menjelang adzan maghrib. (LPPM/RA)