DRI IPB

Mahasiswa dari IPB dan Jepang diterjunkan di Empat Desa di Kabupaten Tegal

Berita / Warta LPPM

Mahasiswa dari IPB dan Jepang diterjunkan di Empat Desa di Kabupaten Tegal

SLAWI– Sebanyak 28 mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan tiga Universitas di Jepang, yakni Kagawa University, Ehime University, dan Kochi University selama dua pekan ini diterjunkan ke empat desa di wilayah Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Keempat desa tersebut yakni di Desa Tuwel, Karangmulya, Suniarsih dan Bojong.

Para mahasiswa peserta SUIJI akan tinggal, beradaptasi dan bekerja bersama masyarakat di desa tersebut mulai 24 Februari hingga 9 Maret. Kedatangangan mereka dan dosen IPB diterima langsung oleh Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Tegal, Sinoeng Noegroho Rachmadi dan Kepala Bappeda Kabupaten Tegal Suharmanto di Gedung Dadali, Senin (26/2) siang.

Kepala Bappeda Kabupaten Tegal, Suharmanto menyebutkan, kerja sama antara Pemkab Tegal dan IPB telah terjalin selama 12 tahun. Bahkan atas keseriusan Kabupaten Tegal bekerjasama dengan perguruan tinggi tersebut, Kabupaten Tegal mendapat anugerah penghargaan dalam program IPB Goes To Field 2013 – 2017 dan program Kuliah Kerja Nyata periode 2008-2017. Anugerah tersebut diberikan kepada Pemda yang memiliki kontribusi terbaik dalam keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB. Pjs Bupati Tegal Sinoeng Noegroho Rachmadi menyambut baik kehadiran para mahasiswa tersebut.

Dengan menggunakan bahasa Inggris, Sinoeng memperkenalkan dirinya, yang mendapat mandat menjadi PJs Bupati Tegal selama empat bulan ke depan. Mengenai program IGTF yang telah berjalan lima tahun, hal itu merupakan pembuktian kerjasama yang baik antara Pemkab Tegal dan IPB, untuk itu tinggal merawat kerjasama tersebut. ”Masyarakat Tegal adalah masyarakat yang mau membuka hati dan pikiran asal membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” ucapnya.

Libatkan Karang Taruna

Sinoeng berharap, seluruh elemen di desa setempat bisa berperan serta dalam program SUIJI . Tidak hanya melibatkan Karang Taruna, petani, budayawan tetapi juga pada tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Sementara itu, Ketua Panitia Program Six Universities Initiative Japan Indonesia (SUIJI) Service Learning Program (SLP) 2018 Yannefri Bakhtiar mengatakan, jenis kerja sama yang dijalin IPB dengan pemerintah daerah sangat beragam. Adapun program yang sudah berjalan di Kabupaten Tegal selama ini diantaranya KKN, IGTF dan program jangka pendek seperti SUIJI SLP 2018 ini, yang rancangan programnya untuk pengabdian masyarakat.

Menurut dia, SUIJI merupakan salah satu bentuk kegiatan kampus membawa mahasiswa ke masyarakat dan membawa inovasi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah. Dari survei yang dilakukan sebelumnya, beberapa program yang akan dilaksanakan peserta SUIJI di desa yakni mengajarkan tentang penanganan sampah, memberikan motivasi pada anak-anak dan remaja untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. ”Itu memang luar biasa dampaknya, muncul semangat pada diri anak-anak dan remaja di desa, bahwa pendidikan itu terus berlanjut.

Pendidikan penting untuk meningkatkan kesejahteraan bisa muncul sejak kecil,”sebut Yannefri. Selain itu, selama tinggal di desa, mahasiswa dan doses pembimbing akan mengajarkan keahlian praktis yang dapat dipelajari secara singkat pada masyarakat di desa tersebut sesuai dengan yang mereka butuhkan dan potensi yang dimiliki. ”Dalam program ini, kami juga mengakomodir masukan dari masyarakat,” sebutnya.

Sumber berita : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/35816/Mahasiswa-dari-IPB-dan-Jepang-Diterjunkan-di-Empat-Desa

Download PDF