Longsor Akibat Manajemen Buruk
Longsor Akibat Manajemen Buruk
Longsor Akibat Manajemen Buruk
| BOGOR(SI) – Longsor di TPA Galuga,Kecamatan Cibungbulang,Kabupaten Bogor,Selasa (16/3),dinilai murni kesalahan manajemen pembangunan lahan parkir truk untuk menurunkan sampah (emplacement).
”Saat membangun emplacement itu, tidak menata dengan baik dan memperhitungkan kekuatan bangunan, struktur bangunan dengan fungsi dari bangunan tersebut. Terutama bebannya,”ujar Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (IPB) Kukuh Multilaksono, kemarin. Setelah melihat lokasi,Kukuh menyimpulkan emplacementtersebut rawan longsor karena tidak adanya besi dan turap penahan tanah.
Semestinya untuk sebuah emplacement di TPA Galuga dibuat berteras dan fondasi ditanam. ”Fondasi itu dibuat di atas tanah, tapi tidak tegak lurus.Namun, karena dikeruk menjadi terjal dan vertikal sehingga tanahnya terdesak dari dalam. Longsor karena tidak mampu menahan getaran dan beban di atasnya,”lanjutnya. Selain itu, pada saat pembangunan, beton tersebut tidak dilengkapi besi yang berfungsi sebagai tulang untuk menahan fondasi. Terlebih lagi, emplacement tersebut tidak dibuat lubang-lubang untuk drainase. “Jika dilihat dari tanahnya memang basah. Namun, tetap saja seharusnya ada dan dibuat lubang-lubang untuk air tanah,” tuturnya. Seperti diberitakan sebelumnya, emplacement di TPA Galuga, Kampung Lalamping, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor ambrol, Selasa (16/3) lalu. Peristiwa nahas itu terjadi pukul 14.30 WIB saat para pemulung melakukan aktivitas, seperti biasa sambil menunggu sebuah truk menumpahkan sampah. Tiba-tiba tebing setinggi enam meter yang biasa dipergunakan truk sampah parkir ambrol dan menimbun mereka. Diduga tebing penyangga beton tersebut tak kuat menahan beban truk yang hendak menurunkan sampah. Sebanyak 11 pemulung tertimbun, empat di antaranya tewas, sedangkan tujuh orang lainnya mengalami lukaluka dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Leuwiliang. Sementara itu,Wakil Wali Kota Bogor Ahmad Ru’yat mengaku prihatin dan tidak akan lepas tangan dalam peristiwa nahas di TPA yang mayoritas sampahnya berasal dari Kota Bogor itu. ”Sesuai instruksi wali kota, kami akan mengganti rugi seluruh biaya pengobatan bagi yang luka-luka dan yang meninggal kami beri santunan,” ujar Ru’yat. Pemkot Bogor menyerahkan bantuan Rp20 juta untuk empat keluarga korban tewas,yakni Wahyu, 12; Yanto,7; Tirta,11; dan Komarudin, 17.Terkait dengan penutupan pintu tiga di TPA Galuga,Ru’yat mengaku pihaknya sudah mempersiapkan alternatif TPA. Salah satunya adalah percepatan realisasi pembangunan di TPA Kayu Manis,Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.”Penanganan akan kami lakukan secara gradual,bertahap, dan yang jelas kami akan siapkan alternatifnya di Kayu Manis,KecamatanTanah Sareal,”ungkapnya. Hingga kemarin pintu tiga atau sektor III TPA Galuga masih dipasangi garis polisi. Sementara pembuangan sampah tetap berjalan lancar.”Jadi,yang ditutup hanya di titik longsor (pintu tiga). Pembuangan dialihkan melalui pintu sektor I,” papar Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan usai memberikan santunan kepada keluarga korban. Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Nurhayati menginginkan agar seluruh aktivitas di TPA Galuga dihentikan sementara. ”Saat ini pihak Kabupaten Bogor tengah membahas TPA Galuga bersama pemkot.Untuk sementara kami minta nonaktifkan dulu seluruh kegiatan pengiriman sampah, bukan hanya di sektor I,”pintanya. Kepala Polres Bogor AKBP Tomex Korniawan menjelaskan, pihaknya berencana memanggil sejumlah pihak terkait insiden tersebut. ”Baik itu pengelola, kepala desa, camat, pemkot, dan pemborong yang membangun emplacementtersebut,” tandasnya. Terkait dengan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP),kemarin kembali dilakukan, polisi belum bisamenyimpulkan.”Karenamasih dalam penyelidikan,jadi belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Kami belum tahu itu akibat kelalaian manusia (human error) atau murni kecelakaan,”tandasnya. (haryudi) Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/
|
