Korsel Lirik ternak Sapi
Korsel Lirik ternak Sapi
Korsel Lirik ternak Sapi
Kedatangan delegasi Korsel itu diterima Walikota Bogor Diani Budiarto, didampingi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Edgar Suratman dan Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Radjab Tampubolon. Diani mengatakan, sebelumnya banyak tawaran dari pihak Korea. Namun, pemkot masih memikirkan cara mempertemukan supply dan demand-nya.
Sekarang, Bogor sedang membangun infrastruktur. Seperti, jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) dan Bogor Inner Ring Road (BIRR), terminal bus, taman kota, dan rencananya segera memiliki rute kereta api Bogor-Cengkareng. Hal itu untuk mempermudah kunjungan ke Kota Bogor. “Dan untuk pembangunan infrastruktur, Korea punya kualitas bagus, seperti jalan tol Jagorawi,” kata Diani.
Terkait pengembangan ternak sapi perah dan produk susu, orang nomor satu di Kota Bogor itu menegaskan, tak mempunyai lahan luas untuk lokasi peternakan. Namun, Kota Bogor bisa menjadi lokasi industri. Nah, untuk menyikapinya, pemkot akan melakukan pengembangan dengan program intensifikasi. Sementara itu, Byun Kyung Dae menjawab pertanyaan Diani mengenai kunci keberhasilan Korea dengan mengungkapkan strategi yang dijalani Negeri Ginseng tersebut dalam mengatasi keterbatasan negaranya.
“Korea kekurangan natural resources, tapi human resourcesnya kuat, karena orang Korea menomorsatukan pendidikan. Jadi, itu yang menjadi kekuatan untuk membangun,” katanya. Sedangkan Indonesia, lanjut Byun Kyung Dae, adalah negara yang kaya sumber daya alam.
Dimana Kota Bogor ada di dalamnya dan berpotensi bagus untuk menjalin bisnis. “Saya harap di sini kita bisa mengembangkan high technology bio industry untuk produk susu,” jelas Byun. Melalui kesepakatan yang dijalin dengan pihak IPB itu, mulai tahun depan Konkuk University akan mengirimkan 20 mahasiswanya untuk mengikuti student exchange (pertukaran pelajar) ke IPB. Mahasiswa yang terpilih akan mengikuti kuliah selama dua bulan saat liburan musim panas. (*/sal)