Kembangkan Rusa untuk Diburu
Kembangkan Rusa untuk Diburu
Kembangkan Rusa untuk Diburu
Hal itu terungkap dalam seminar sehari Prospek Penangkaran Rusa sebagai Stok Perburuan, di IPB International Convention Centre (IICC). Hadir dalam acara itu, Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan, Darori, Kabid Berburu Pengurus Besar (PB) Perbakin HR Sulistyanto, staf pengajar Fakultas Kehutanan IPB Achmad M Thohari dan staf Perhutani Unit III Jawa Barat Atty Thurniati.
“Rusa Timor berprospek cerah. Harga komoditasnya bernilai lima sampai sepuluh juta rupiah,” kata Darori.
Ia menambahkan, keuntungan yang diperoleh akan besar jika dikembangkan. Namun, keberhasilan penangkaran Rusa Timor, menurut Darori, tergantung pada kelestarian ekosistem hutan. Saat ini, hanya sepertiga kawasan hutan di Indonesia yang kondisinya masih baik. “Adanya penangkaran ini turut menjaga kelestarian wilayah penangkaran dan perburuan,” katanya.
Rencana pengembangan Rusa Timor untuk satwa buruan mendapat tanggapan positif dari penggemar olahraga berburu. Sulistyanto dari Perbakin berharap agar wacana ini dapat segera terwujud.
Anggota Perbakin, terangnya, akan membantu terwujudnya program tersebut. Namun, ia juga menyoroti rumitnya birokrasi dalam kegiatan berburu. “Sebaiknya seminar ini tak hanya membahas teknis penangkarannya, namun juga penyederhanaan regulasi,” tukasnya.
Sementara itu, staf pengajar dan peneliti Fakultas Kehutanan IPB Thohari menilai, dipilihnya Rusa Timor sebagai satwa buruan sudah tepat. Dari studi yang ia lakukan, Rusa Timor adalah satwa yang mudah ditangkarkan dan tahan stres. “Yang penting sekarang adalah bagaimana menangkarkannya, namun tetap menjaga agar memiliki sifat liar yang alami,” katanya.
Menurut dia, tidak mudah menaklukkan tantangan tersebut. Sebab, jika rusa menjadi jinak, itu tak akan menyulitkan pemburu. Padahal, semakin liar satwa tersebut, tentu semakin mendatangkan daya tarik tersendiri bagi para hunter.
Tempat penangkaran rusa sebenarnya sudah ada di Wana Wisata Cariu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Penangkaran itu kini dikelola Atty Thurniati, staf Perhutani Unit III Jawa Barat. (sdk)