IPB Genjot Pengembangan Kewirausaahan
IPB Genjot Pengembangan Kewirausaahan
IPB Genjot Pengembangan Kewirausaahan
BOGOR – Institut Pertanian Bogor (IPB) terus menggenjot program pendampingan pada warga di sekitar kampus. Salah satunya kewirausahaan di bidang pertanian.
Menurut Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM IPB, Prastowo, pendampingan program ini berlangsung di desa lingkar Kampus Dramaga.
“Program ini diharapkan jadi stimulan pada stakeholder lainnya dalam berpartisipasi terhadap masyarakat. Sehingga tidak hanya menjadi tanggung jawab perguruan tinggi, tapi juga diikuti partisipasi dari stakeholder lain dalam memberdayakan masyarakat menuju kemandirian,” ujarnya.
Menurut Prastowo, hasil program Jumat Keliling (Jumling) LPPM IPB tahun lalu telah melakukan pemetaan dan identifikasi terhadap kebutuhan masing-masing di 14 desa itu. Di antaranya, pemetaan biofisik melalui citra land satelite dan pemetaan sosial ekonomi yang sedang berjalan.
LPPM IPB bakal memberikan 19 program kepada warga di lingkar kampus. Namun, yang paling awal dan telah dilaksanakan yaitu enam program pada November-Desember 2009.
Program terebut di antaranya pengembangan budidaya tanaman jambu, pengembangan lembaga keuangan mikro, klinik tanaman, peningkatan pengelolaan jaringan irigasi serta pengembangan industri rumah tangga dan agrowisata.
“Keempat belas desa tersebut rata-rata mendapatkan dua program, namun ada juga yang sampai tiga. Tiap desa berbeda-beda sesuai kebutuhannya. Misalnya, Desa Cikarawang cocok untuk program pengembangan budidaya tanaman jambu, sementara Kelurahan Setugede lebih cocok program pengembangan agrowisata,” ujarnya.
Program pemberdayaan ini akan terus bergulir setiap tahun. Untuk itu, dalam pelaksanaan nanti LPPM dibantu tiap fakultas di lingkungan IPB. Para dekan juga mendapat tanggung jawab sebagai pengarah, sementara LPPM sebagai koordinator.
“Tim pelaksananya dikerjakan departemen atau pusat yang mandat keilmuannya sesuai program yang akan diterapkan di desa,” ujarnya.
Sedangkan Kepala Desa Cikarawang, Suhandi, bersyukur jika program ini diarahkan ke 14 desa di lingkar kampus. “Mudah-mudahan ini dapat memberikan manfaat besar bagi warga di lingkar kampus IPB,” ujarnya. (*/unt)