IPB Gandeng Indofood Kerjasama Riset Pangan
IPB Gandeng Indofood Kerjasama Riset Pangan
IPB Gandeng Indofood Kerjasama Riset Pangan
BREaD terbentuk melalui kerjasama South East Asian Food and Agricultural Science and Tecnology (SEAFAST) Center IPB dengan PT Indofood Sukses Makmur.
Peresmian unit ini dilakukan Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Fransiscus Welirang, dengan Wakil Rektor IPB, Yonny Koesmargono, di Kampu IPB Dramaga, Selasa (31/11).
Peresmian ini juga ditandai dengan dibukanya penjualan produk makanan, seperti roti dan kue bolu yang sebagian besar bahannya berasal dari ubi jalar.
Fransiscus Welirang mengatakan, pendirian BREaD merupakan salah satu upaya untuk menunjang gerakan diversifikasi pangan pada tingkat pengolahan dan aplikasi. Selama ini, katanya, gerakan penganekaragaman pangan hanya terfokus pada tingkat hulu, yaitu budidaya dan produksi bahan pangan pokok.
“Padahal gerakan diversifikasi pangan harus dilakukan secara komprehensif mulai hulu hingga hilir. Mulai dari benih dan penanaman hingga pemasaran dan pengolahan yang inovatif dan kreatif,” katanya.
Lebih jauh, kata Fransiscus, BREaD memiliki dua fungsi pokok yaitu sebagai unit research and development (R&D), serta sebagai tempat pembelajaran bagi mahasiswa. Dalam fungsi R&D, unit BREaD dapat dimanfaatkan untuk kegiatan riset dan pengembangan produk-produk pangan yang berbasis tepung terigu serta tepung lokal lainnya.
“Yang jelas kita tak bisa hanya mengandalkan bahan baku tepung hanya dari gandum. Sedangkansampai saat ini, kita masih mengimpor gandum tersebut,” kata pria berambut panjang ini.
Selain itu, sambungnya, unit ini dapat dimanfaatkan sebagai lokasi praktikum mahasiswaDepartemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) IPB, terutama untuk mata praktikum Teknologi Pengolahan Pangan dan Praktikum Terpadu Pengolahan Pangan pada program Mayor Teknologi Pangan. “Para mahasiswa dapat menggunakan fasilitas di unit ini untuk melakukan simulasi model industri pangannya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor IPB, Yonny Koesmargono, menyambut baik terbentuknya BREaD. Ia mengatakan, keberadaan unit ini bisa lebih mengembangkan riset para mahasiswa dan peneliti IPB, khususnya dalam hal pangan. “Harus ada terobosan baru untuk bisa menghasilkan bahan baku lain di samping gandum,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Yonny dan Fransiscus berkesempatan mencicipi berbagai makanan seperti brownies ubi ataupunbolu. Selain itu, mereka sempat melihat proses pembuatan kue yang dilakukan sejumlah ibu. Para ibu itu mendapatkan pelatihan dari seorang trainer Bogasari. (sal)