DRI IPB

IPB Dorong Mahasiswa Berwirausaha

ipb
Warta IPTEK

IPB Dorong Mahasiswa Berwirausaha

ipb

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IPB Dorong Mahasiswa Berwirausaha

 
MAHASISWA yang lolos seleksi akan mendapatkan pendampingan dan diberikan permodalan sebanyak Rp8 juta untuk perorangan atau Rp40 juta per kelompok.

Institut Pertanian Bogor (IPB),melalui Direktorat Pengembangan Karier dan Hubungan Alumni (DPKHA), mendorong para mahasiswanya untuk berwirausaha dengan menyelenggarakan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2010. Kegiatan yang bertema “Wahana Berkarier sebagai Entrepreneur” ini digelar di Graha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Kegiatan yang sudah kedua kalinya ini bertujuan untuk menjaring potensi berwirausaha di kalangan mahasiswa IPB agar dapat menjadi wirausahawan yang sukses. Para mahasiswa yang lolos seleksi akan mendapatkan pendampingan dan diberikan permodalan sebanyak Rp8 juta untuk perorangan atau Rp40 juta rupiah per kelompok yang terdiri atas lima orang. Di dalam sambutannya,Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerja Sama IPB Dr Ir Anas Miftah Fauzi berpesankepada2.000mahasiswa yang hadir saat itu bahwa ciri khas wirausaha adalah mau bekerja lebih.

“Jika orang biasa mengerjakan sepuluh, maka wirausaha bisa mengerjakan dua puluh.Selain itu,seorang wirausaha juga harus bisa menciptakan kesempatan dan peluang,”ujar Anas. IPB sebagai perguruan tinggi akan memberikan fasilitas, inkubator, dan suasana untuk mendorong tumbuh kembang mahasiswanya dalam berwirausaha, di antaranya networking, biaya, dan teknologi. Kasubdit Pengembangan Karier Mahasiswa DPKHA IPB Iin Solihin SPi MSi berharap, dengan adanya program ini akan lahir wirausahawan muda yang mandiri dan unggul dalam berbagai bidang.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah mahasiswa IPB yang berminat mengikuti program mahasiswa wirausaha ini berasal dari Fateta 240 orang,FEM 230,FMIPA 183,Fahutan 164,Fapet 161, FPIK 152, Faperta 150, FEMA 63 Diploma 55,dan FKH 22 orang. Untuk diketahui, pada 2009 lalu jumlah mahasiswa yang berminat mengikuti kegiatan program wirausaha ini mencapai 1.889 orang. Dari jumlah ini, sebanyak 1.630 mahasiswa belum memiliki usaha,namun berminat untuk berwirausaha.

Sebanyak 259 mahasiswa tercatat memiliki usaha yang telah berjalan dan memerlukan modal, teknologi, pendampingan usaha, dan mitra bisnis untuk mengembangkan usaha.Mereka dibagi ke beberapa kelompok usaha seperti perdagangan, produksi, jasa, peternakan, perikanan, perkebunan, dan budi daya pertanian,serta usaha komputer.

Calon peserta terdiri atas peserta perorangan sebanyak 93 orang dan peserta kelompok sebanyak 1.796 orang yang terbagi ke dalam 544 kelompok usaha. Terpisah,dalam sebuah kesempatan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh mengungkapkan, setiap orang yang berminat jadi wirausahawan perlu memenuhi dirinya dengan lima bekal ketika berniat meniti hidup di dunia wirausaha.Bekal pertama adalah tahan banting menghadapi berbagai macam persoalan.

Agar bisa tahan banting, dia harus mampu mengelola diri dengan potensi kemampuan psikologis yang dimilikinya. “Kalau syarat ini saja tidak dipenuhi, tidak akan bisa jadi wirausahawan. Sebab, syarat yang paling pokok adalah tahan banting. Kalau belum dibanting saja sudah pecah, tidak usah jadi wirausahawan,” kata Mendiknas. Syarat lain, Mendiknas mengungkapkan, peminat juga harus memiliki pola pikir yang terbuka, siap mengoreksi diri, dan mencontoh kreasi orang lain yang lebih baik.Menurut dia, salah satu kelemahan yang sering kali menggagalkan orang yang berniat terjun di dunia wirausaha adalah tidak mau terbuka dan berpuas diri dengan pencapaian dirinya.

Selain itu, si calon juga harus mampu berpikir secara fleksibel. Fleksibilitas cara berpikir akan mendorong si calon mudah mengkreasikan gagasan kewirausahaannya.“ Fleksibel itu bukan berarti lepas dari jalur.Tidak akan keluar dari jalur, tapi tetap di jalur,” kata Mendiknas. Hal yang tak kurang penting, lanjutnya, wirausahawan harus membekali diri dengan kemampuan teknis. Dia mencontohkan, jika seseorang ingin mengembangkan wirausaha di bidang elektronika, maka minimal paham tentang prinsip- prinsip elektronika.

Begitu pula bila seseorang ingin mengembangkan wirausaha di bidang agro, maka harus mengetahui prinsipprinsip agro. Menurut Mendiknas, tuntutan kemampuan teknis wajib hukumnya mengingat perkembangan tantangan makin ketat dalam dunia bisnis.Bila tidak terpenuhi,si entrepreneur bisa mengalami kegagalan akibat kesulitan bersaing gara-gara tidak memiliki kemampuan teknis. “Intinya ada minimum technical skill yang terkait dengan lingkup yang mau dikembangkan kewirausahaannya itu,”ucapnya. Mendiknas menambahkan, seorang wirausahawan harus berorientasi memberikan manfaat kepada masyarakat seluas-luasnya.

Dengan begitu,kewirausahaan bukan untuk memenuhi dirinya sendirinya semata. Wirausaha, tegasnya, pasti ada interaksi dengan masyarakat luar dan ada interaksi dengan dunia disiplin yang berbeda. “Tidak ada ceritanya seorang itu dikatakan wirausahawan kelas dunia,tapi dia membuat sendiri,dipakai sendiri. Itu bukan tipe wirausaha,” sebutnya. Mendiknas mengatakan, pemerintah berkomitmen mendukung sepenuhnya dorongan kewirausahaan di sekolah-sekolah.Bahkan, kebijakan ini menjadi program 100 hari kerja Depdiknas maupun Rencana Strategis (Renstra) lima tahun ke depan.

“Itu adalah sesuatu hasil introspeksi dan refleksi dari sekian panjang perjalanan dunia pendidikan kita.Ternyata ada slot yang belum tergarap sehingga sayang slot itu (kewirausahaan) kalau tidak digarap dengan baik,”imbuhnya. Menanggapi itu, pakar marketing Hermawan Kartajaya menilai sangat tepat bila pemerintah mengembangkan kewirausahaan sudah dilakukan pada tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK). Terlebih, lulusan SMK diharap sudah bisa langsung bekerja dan jadi entrepreneur meski bisa juga melanjutkan ke jenjang sarjana (S-1).

“SMK itu harusnya lebih advanced,” katanya. Namun, untuk pembekalan yang harus dimiliki calon wirausahawan adalah kemampuan dalam memasarkan. Menurut dia, kemampuan memasarkan ini sangat menentukan kelangsungan bisnis dengan mempertemukan produksinya dengan konsumen barangbarang di pasaran. “Entrepreneurship itu semangatnya, marketingitu strateginya,”katanya.

Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Mandikdasmen) Depdiknas Suyanto menambahkan,pemerintah akan menajamkan programprogram terkait implementasi kewirausahaan di SMK. Tujuannya agar terjadi kesinambungan relevansi antara pendidikan dan dunia kerja. “Workshop kewirausahaan seperti ini bertujuan untuk mendiseminasikan berbagai peraturan baru yang berkaitan dengan program kewirausahaan SMK dan menggalang kemitraan dengan industri dan juga berbagai informasi antara kepala SMK tentang pengembangan kewirausahaan,”kata Suyanto. (hermansah/zaenal muttaqin)     

 
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com