DRI IPB

Ilmuwan Ungkap Gerhana Matahari Terpanjang

Warta IPTEK

Ilmuwan Ungkap Gerhana Matahari Terpanjang

Ilmuwan Ungkap Gerhana Matahari Terpanjang

(nationalgeografic.com)
 
Tidak banyak yang menyaksikan, gerhana tidak biasa terjadi pada malam tahun baru lalu. Epsilon Aurigae menjadi gerhana bintang yang paling lama terjadi selama 18 bulan.

Pada tanggal 1 Januari 2010 sebuah obyek raksasa menodai pemandangan angkasa, dengan adanya Epsilon Aurigae berupa bintang super besar kuning yang berjarak sekitar 2.000 tahun cahaya dari bumi.

Berdasarkan penelitian gerhana Epsilon Aurigae sebelumnya, astronom memperkirakan bintang tersebut tidak akan bersinar penuh hingga awal tahun 2011.

Normalnya sebuah bintang bersinar terang dan dapat dilihat dengan mata telanjang bahkan oleh penduduk sebuah kota. Namun obyek misterius itu menimbulkan gerhana dan membuat bintang hilang selama 18 bulan, setiap 27,1 tahun.

Sejak periode gerhana bintang pertama kali direkam pada tahun 1821, astronom telah menyusun bagaimana Epsilon Aurigae bisa mencapai panjang gerhana yang seharusnya tidak muncul.

“Dengan menggunakan teleskop Spitzer Space, saat ini peneliti telah membuat solusi untuk mengungkap misteri yang usianya hampir dua abad,” ujar Peneliti Utama Institut Teknologi California Don Hoard.

Menurut model terbaru, Epsilon Aurigae adalah bintang mati yang diorbit oleh bintang lainnya, dan partnernya tersebut berselimutkan lebar piringan debu gelap.

Berdasarkan data Spitzer terbaru, tim Hoard berpikir bahwa gerhana bertahan lama karena piringan gelap tersebut luasnya sekitar 1,19 miliar km, delapan kali lebih luas daripada jarak bumi dengan matahari.

Gerhana 18 bulan mulai dari bulan Agustus 2009, hingga sekarang piringan tersebut masih berlangsung dan mengaburkan Epsilon Aurigae.

“Jika gerhana terjadi karena bintang gelap lain yang mendekati bintang yang terlihat, maka tidak akan berlangsung selama itu,” ujar Hoard.

Astronom pernah menyarankan pada tahun 1950 apapun yang melalui Epsilon Aurigae di depannnya maka akan ditutupi oleh material piringan gelap tersebut.

Data Spitzer terbaru dikombinasikan dengan gelombang cahaya lain dan observasi luar angkasa menyarankan, bahwa bintang yang berada di dalam piringan tersebut masuk dalam kategori B, yakni sebuah bintang biru yang tiga kali lebih panas daripada matahari.[ito]

 Sumber : http://www.inilah.com