DRI IPB

Ilmuwan Dikagetkan Gurita Bawa Kelapa

Warta IPTEK

Ilmuwan Dikagetkan Gurita Bawa Kelapa

Ilmuwan Dikagetkan Gurita Bawa Kelapa

(msn.com)

Ilmuwan Australia mengungkapkan ada gurita yang membawa batok kelapa untuk “baju baja”. Penemuan itu kasus pertama kalinya hewan tak bertulang punggung menggunakan alat.

Ahli biologi Julian Finn mengatakan, sangat terkejut saat pertama kali melihat gurita seukuran kepalan tangan, Amphioctopus marginatus, berlari dengan cepat dengan mengambil “alat pelindung” yang dapat dibawa-bawa sepanjang dasar laut.

“Kami biasanya tak mengaitkan perilaku rumit dengan spesies yang tak bertulang punggung –dengan bentuk kehidupan yang lebih rendah,” kata Finn, dari Museum victoria.

“Dan perilaku seperti penggunaan alat dan tingkah laku kompleks biasanya kami kaitkan dengan hewan yang tak bertulang punggung yang lebih tinggi,” katanya.

“Studi ini, jika ada, memperlihatkan bahwa perilaku rumit ini tak terbatas pada kita. Semua itu sebenarnya digunakan oleh sangat banyak hewan,” katanya.

Penggunaan alat dipandang sebagai salah satu upaya yang menegaskan kecerdasan dan kendati mulanya dipandang hanya terdapat pada manusia, sejak itu telah ditemukan pada primata lain, mamalia dan burung.

Tetapi itu pertama kalinya perilaku itu ditemukan pada hewan yang tak bertulang punggung, demikian artikel yang ditulis bersama oleh Finn dan disiarkan di jurnal yang berpusat di AS, “Current Biology”.

Finn mengatakan ketika ia pertama kali melihat gurita berjalan dengan canggung dengan membawa “tempurungnya”, ia tidak mengetahui apakah itu hanyalah contoh aneh mengenai prilaku sinting di bawah laut oleh hewan yang kerabat terdekatnya adalah keong.

“Jadi selama masa lebih dari 10 tahun, pada dasarnya kami mengamati sebanyak 20 gurita dan kami mestinya telah menyaksikan empat gurita berbeda yang membawa tempurung kelapa dan menempuh jarak yang sangat jauh,” kata Finn mengenai penelitiannya di Indonesia.

“Ada banyak yang kita kubur bersama kelapa di lumpur. Namun, kami melihat empat gurita yang benar-benar mengambil tempurung itu dan membawanya, berjalan sambil membawanya menjelajahi dasar laut sambil menyimpannya di bawah tubuh mereka. Itu adalah pemandangan yang menarik,” katanya.

Finn menyatakan hewan tersebut lebih lamban dan lebih rentan terhadap pemangsa sewaktu membawa pecahan tempurung, yang belakangan mereka gunakan sebagai tempat berlindung.[*/ito]

Sumber : http://www.inilah.com