DRI IPB

Enam Negara AFITA Presentasikan Penelitiannya

ipb
Warta IPTEK

Enam Negara AFITA Presentasikan Penelitiannya

ipb

Enam Negara AFITA Presentasikan Penelitiannya

 

BOGOR – Salah satu masalah pokok yang dihadapi sektor pertanian adalah lemahnya kemampuan para petani mengaplikasikan teknologi informasi. Hal itu disampaikan Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Sistem Informasi dan Pengawasan, Kaman Nainggolan, dalam konferensi Internasional The Asian Federation for Information Technology in Agriculture (AFITA), The Quality Informaton for Competitive Agricultural Based Production System and Commerce, Senin (4/10).

Kaman mengatakan, yang terpenting adalah bagaimana memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendapatkan keunggulan kompetitif.

Selain itu, sambung dia, bagaimana petani dapat mengakses berbagai pengetahuan dan teknologi dengan cepat dan mudah. “Itu penting untuk meningkatkan produktivitas mereka,” tegasnya.

Acara yang rutin digelar dua tahun sekali sejak 1998 itu, diikuti delegasi dari sejumlah negara Asia. Di antaranya Indonesia, Jepang, India, Cina, Korea, serta Thailand. Selain itu, dihadiri para praktisi dan akademisi.

Staf pengajar Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Setyo Pratiwi mengatakan, acara yang digelar  di IPB International Convention Center itu merupakan ajang tukar informasi dengan berbagai negara anggota AFITA.

Menurut dia, bagaimana penerapan teknologi pertanian bisa diaplikasikan. Mulai dari water management, land preparation, planting, nutriend management and harvest.

Wakil Presiden AFITA 2010 yang juga Direktur Komunikasi dan Sistem Informasi IPB, Prof Kudang Boro menyampaikan, dalam seminar ini ada sekitar 30 peneliti yang tergabung dalam AFITA 2010. Menurut Prof Kudang, masing-masing peneliti berkesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya.

Ia menambahkan, topik-topik yang dipresentasikan antara lain seputar ekonomi pertanian dan kebijakan ICT untuk pengembangan pertanian, gudang pengetahuan, sistem pendukung kebijakan pertanian dan agribisnis.

“Juga Pengembangan data berbasis komputer untuk mengontrol perkembangan pertanian hingga pemodelan dan simulasi,” imbuhnya. (cr12)

 
Sumber : http://www.radar-bogor.co.id