DRI IPB

Dukungan Litbang untuk Peningkatan Daya Saing Sawit Nasional

Warta IPTEK

Dukungan Litbang untuk Peningkatan Daya Saing Sawit Nasional

Dukungan Litbang untuk Peningkatan Daya Saing Sawit Nasional

Ketua Masyarakat Perkelapa-Sawitan Indonesia (MAKSI), Tien R Muchtadi mengatakan Seminar Nasional MAKSI pada tahun ini didisain sebagai pertemuan ilmiah sebagai wadah pertukaran informasi dan ilmu pengetahuan tentang berbagai kegiatan, riset dan kajian kelapa sawit yang telah dan sedang dilaksanakan, baik di sektor hulu, hilir, maupun kesehatan dan lingkungan juga semua pemangku kepentingan industri kelapa sawit. Hal tersebut diungkapkannya saat pembukaan Seminar Tahunan MAKSI, yang diselenggarakan di IPB Conventional Center, pada 24 November 2009.

“Seminar MAKSI kali ini menyajikan tidak kurang dari 60 hasil penelitian yang berasal dari berbagai instansi baik dari pemerintah maupun swasta yang diharapkan dapat memberikan informasi, pengetahuan dan wawasan baru di bidang kelapa sawit” ujar Tien R Muchtadi.

Menurut Tien Muchtadi, seminar ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan peningkatan kerja sama diantara para peneliti, peminat, pemerhati dan pelaku bisnis kelapa sawit sehingga permasalahan kelapa sawit dapat ditangani dengan baik.


Depdiknas Dorong Peneliti Tingkatkan Publikasi

Dalam sambutan pembukaan, Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Direktur P2M), Dirjen Dikti, Depdiknas mengatakan bahwa dalam publikasi WBI tahun 2008, jumlah publikasi internasional dari para peneliti Indonesia baru mencapai 0,8 publikasi per juta penduduk, sementara Malaysia mencapai 27 publikasi per juta penduduk.

Menurut Direktur P2M, rendahnya jumlah publikasi tersebut antara lain karena kurangnya pertemuan-pertemuan ilmiah. Untuk itu, pemerintah kini mendorong para peneliti untuk dapat bergabung dengan himpunan profesi agar hasil penelitian para peneliti dapat digunakan dan dipublikasikan, karena himpunan profesi dapat memberikan tema dan arah riset. Selain itu, dengan adanya artikel ilmiah berkala penyebaran hasil penelitian akan lebih tepat sasaran menuju aplikasi dibidang yang lebih sesuai. Hasil pertemuan diharapkan memunculkan artikel yang berguna untuk berbagai kalangan dan artikel tersebut juga harus terakreditasi sehingga dapat dipublikasikan dengan baik.


Strategi Penelitian dan Pengembangan Kelapa Sawit

Deputi Bidang Pengembangan Sistem Iptek Nasional, Amin Soebandrio yang mewakili Menteri Negara Riset dan Teknologi dalam Keynote Speechnya mengatakan “Industri kelapa sawit merupakan industri yang penting dan strategis bagi negara kita. Industri Kelapa Sawit memberikan sumbangan pada produk domestic bruto (PDB) nasional sebesar 4,5%, sementara perolehan devisa dari ekspor CPO sebesar 3,5 Milyar dolar, mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan pendapatan yang cukup baik bagi 3,3 juta kepala keluarga atau 13,2 juta orang”.

Lebih lanjut Amin Soebandrio mengatakan produksi CPO Indonesia terus meningkat menjadi 19,2 juta ton pada tahun 2008 dan sudah melampaui Malaysia (17,08 juta ton), sehingga dewasa ini Indonesia mampu menjadi negara penghasil CPO nomor 1 di dunia.
Terlepas dari adanya dampak negatif yang mengiringi tumbuhnya industri kelapa sawit nasional, Amin Soebandrio tetap berharap dari besarnya pertumbuhan industri kelapa sawit ini. Untuk itu, perlu diterapkan dan dikembangkan strategi penelitian dan pengembangan kelapa sawit yang meliputi : 1) perlu diadakan peningkatan aktifitas penelitian pada teknologi pembibitan agar dapat dihasilkan bibit kelapa sawit yang unggul; 2) penelitian dan pengembangan hendaknya memfasilitasi strategi peningkatan perolehan dengan memaksimalkan produktifitas penggunaan lahan; 3) aktifitas penelitian dan pengembangan perlu fokus pada peningkatan nilai kelapa sawit; dan 4) aktifitas penelitian dan pengembangan seyogyanya dilaksanakan secara sinergis antara Perguruan Tinggi, lebaga riset dan dunia usaha.

Kementerian Negara Riset dan Teknologi telah meluncurkan serangkaian kebijakan untuk mendukung pengembangan industri kelapa sawit, khususnya dari sisi riset dan teknologi. Menurut Amin Soebandrio sawit telah ditetapkan sebagai prioritas riset dalam Agenda Riset Nasional 2005-2009. (humasristek)

Sumber :  http://ristek.go.id