DRI IPB

Dosen Mengabdi IPB University Berikan Pelatihan dan Penyuluhan Sumberdaya Perairan di Kabupaten Garut

Berita / Warta LPPM

Dosen Mengabdi IPB University Berikan Pelatihan dan Penyuluhan Sumberdaya Perairan di Kabupaten Garut

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bekerjasama dengan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), Departemen Teknologi Hasil Perairan (THP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University melakukan kegiatan Dosen Mengabdi di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut selama empat hari.

Kedatangan Tim Dosen Mengabdi IPB University di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelabuhan Perikanan Cilauteureun, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, akhir Agustus lalu, disambut Kepala UPDT, Ahman Kurniawan.

dosen-mengabdi-ipb-university-berikan-alternatif-sumber-pembiayaan-usaha-bagi-umk-pedesaan-news2

Dalam kegiatan ini, tim Dosen Mengabdi IPB University melakukan survei potensi sumberdaya pesisir di Pantai Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, menggelar pelatihan, penyuluhan dan observasi lapang. Dari hasil survei dan observasi, diketahui bahwa kondisi perairan di Pantai Desa Mancagaha yang masih bagus dengan jenis serta jumlah rumput laut yang banyak, meskipun hampir dipanen/diambil setiap hari.

“Potensi pengembangan industri rumput laut di Desa Mancagahar yang sangat besar. Ini memberikan peluang bagi program Dosen Mengabdi di Kecamatan Pameungpeuk untuk dilanjutkan di masa yang akan datang sehingga manfaatnya dapat diambil secara optimal oleh masyarakat lokal dan pemerintah setempat. Di samping itu, Kecamatan Pameungpeuk juga memiliki potensi untuk dijadikan sentra budidaya lobster di masa depan. Mengingat kecamatan tersebut merupakan salah satu penghasil lobster baik itu lobster ukuran konsumsi, lobster under size dan benih bening lobster,” ujar M Qustam Sahibuddin, SE, salah satu tim Dosen Mengabdi IPB University.

Selain  Qustam, beberapa dosen IPB University yang memberikan materi pelatihan antara lain Dr Ruddy Suwandi, Dr Mala Nurilmala, Prof Nurjanah dan Dr Roni Nugraha. (FAS/LPPM/Zul)