BOGOR–Guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Ari Purbayanto, memperoleh penghargaan Rintisan Pengembang Teknologi Industri dari pemerintah yang diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Ari dianggap berjasa bagi negara karena menciptakan mesin pemisah ikan. Sukses tersebut hasil kerjasama dengan INOTEK (PT Samudera Teknik Mandiri).
Meski hak paten karyanya belum juga keluar, produkproduk berbasis daging ikan yang telah dilumatkan (Surimi) melalui mesin ciptaanya diakui negara. “Ini bentuk apresiasi dari presiden dan stimulan bagi kami (penerima penghargaan),”ujarny Ari kepada Radar Bogor, kemarin.
Ari mengaku tak pernah menyangka akan diberi penghargaan itu. Penghargaan tersebut merupakan program dari Kementerian Perindustrian dengan menghimpun para pelaku usaha berbasis teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Untuk memperoleh penghargaan itu harus melalui berbagai proses seleksi. “Setelah para nominator pelaku usaha melakukan presentasi, pihak Kementerian Perindustrian datang dan meninjau langsung ke lokasi pabrik,” tutur alumni Tokyo University of Fisheries, Jepang, itu.
Mesin yang Ari ciptakan memang untuk mengekstraksi atau memisahkan daging dan tulang ikan. Mesin tersebut bekerja dengan cara menghilangkan kepala dan isi perut, kemudian dicuci dengan air laut atau air tawar, untuk kemudian dimasukkan ke dalam corong input. Setelah itu, ikan akan digiling layaknya gilingan padi. Di mesin itu terjadi proses pemisahan. “Daging masuk ke outlet daging, sementara tulang dan sisik-sisiknya akan keluar ke ruangan tulang,” terangnya.
Ari memastikan, mesin ciptaannya lebih murah dibanding mesin produk luar seperti Thailand, Cina, dan Jerman yang harganya bisa dua kali lipat bahkan lebih. Sehingga, mesin ciptaannya sangat kompetitif dan memungkinkan untuk dibeli oleh pengusaha kecil serta menengah.
“Sekarang tinggal menunggu hak paten yang belum keluar. Mudah-mudahan pemerintah memfasilitasi,” harapnya.
Sementara itu, Presiden SBY mengajak para pelaku usaha untuk mengembangkan enterpreneurship serta technopreneurship untuk kemajuan bersama. Hal itu untuk menguatkan dari sisi ekonomi dalam upaya mengurangi kemiskinan. SBY mengakui, rakyat miskin masih akan dibantu oleh pemerintah. “Namun, kunci dari masalah pengangguran adalah buka lapangan kerja seluas-luasnya,”ujarnya. (ric)