DRI IPB

Diet Daging Picu Osteoporosis

Warta IPTEK

Diet Daging Picu Osteoporosis

Diet Daging Picu Osteoporosis

Diet Daging Picu Osteoporosis

crossfitvalleypark.com

PEREMPUAN postmenopause yang mengikuti pola diet penurunan berat badan, seperti diet Atkin, berisiko mengalami osteoporosis. Demikian hasil analisis data yang dilakukan peneliti dari Purdue University di Amerika Serikat.

Peneliti menemukan, perempuan yang menerapkan diet tinggi protein termasuk daging rendah lemak dalam jumlah besar, memang mengalami penurunan berat badan. Akan tetapi, mereka juga kehilangan lebih banyak kepadatan tulang dibandingkan perempuan dengan pola diet rendah kalori lainnya.

“Kita tahu bahwa perempuan bisa kehilangan lebih sedikit massa tubuh yang rendah lemak saat mereka mengonsumsi protein dalam jumlah besar dan menyertakan daging rendah lemak dalam diet,” tutur penulis studi Professor Wayne Campbell.

“Akan tetapi, kita juga menemukan bahwa perempuan tua ini lebih cepat kehilangan kepadatan mineral tulang dibandingkan perempuan yang mengonsumsi diet protein normal yang tidak mengandung daging. Temuan ini lebih terkait kepada kelompok usia postmenopuase yang rentan mengalami osteoporosis,” imbuh Campbell, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, Kamis (8/7).

Osteoporisi membuat tulang menjadi lemah dan rapuh dan lebih rentan patah. Kondisi ini lebih sering dijumpai pada perempuan postmenopause.

“Penelitian menunjukkan bahwa perempuan usia lanjut berisiko kehilangan tulang saat mereka menurunkan berat badan. Dan temuan kami menekankan bahwa jumlah dan sumber protein sangat penting saat memilih diet untuk menurunkan berat badan.”

Setiap individu, terang Campbell, perlu mengevaluasi, atau berkonsultasi dengan pakar diet mengenai cara mendapatkan dan mempertahankan berat badan dan komposisi tubuh sehat, termasuk otot dan tulang.

Dalam studi ini, peneliti mengukur kepadatan tulang dengan menggunakan dual-energy X-ray absorptiometer. Teknologi ini melepaskan dua sinar-x dengan intensitas berbeda ke arah tulang pasien dan mengukur perbedaan energi yang diserap oleh masing-masing. (IK/OL-06)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com