DRI IPB

DAS Ciliwung-Cisadane Rusak

ciliwung
Warta IPTEK

DAS Ciliwung-Cisadane Rusak

ciliwung

DAS Ciliwung-Cisadane Rusak

 
BOGOR – Pantas saja bila sering terjadi air bah di daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung dan Cisadane.

Berdasarkan data Departemen Pertanian RI, 80 persen DAS di Pulau Jawa mengalami degradasi atau kerusakan.  Faktor penyebab rusaknya DAS karena semakin berkurangnya jumlah pepohonan. “Makanya, tahun ini kami tangani kerusakan itu, salah satunya dengan program pembenihan bibit pohon berakar kuat,” ujar Direktur Pembenihan dan Sarana Produksi Departemen Pertanian RI Elnisar usai seminar di Hotel Pangrango, kemarin.

Menurut dia, semakin buruknya tata lingkungan DAS, tak lain karena kasus penebangan liar di sepanjang hulu dan hilir sungai. Dari 80 persen DAS di Pulau Jawa ini mengalami kerusakan parah dan berpotensi besar menyebabkan longsor.

Sedangkan kendala terbesar dari program pembenihan ini yakni minimnya alokasi dana dari APBN untuk perbaikan lingkungan DAS. Dalam setahun ini, pihaknya mengumpulkan semua Dinas Pertanian di seluruh Indonesia guna merealisasikan program terbaru Deptan yakni pelabelan tanaman. “Kami mewajibkan semua pohon harus berlabel, langkah ini untuk memantau kondisi lahan,” ujar Elnisar.

Seminar tersebut dihadiri 14 Dinas Pertanian dari kota dan kabupaten di wilayah Jawa, meliputi Provinsi Jabar, Jatim, Jateng dan DI Jogjakarta.

Pada seminar itu, selain membuat rumusan tindak lanjut para peneliti analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL), juga mengadakan uji pelatihan pada para peserta di Kebun Percobaan Cipaku.
 
Dari hasil penelitian Deptan, ternyata kemampuan pegawai negeri sipil (PNS) Deptan ini ternyata 90 persen tak lulus uji dan belum mampu mengaplikasikan pembenihan dan sistem pelabelan baru. “Kami pasti adakan pertemuan lanjutan, karena tahun ini semua Deptan harus mampu melakukan pembenihan dan pelabelan,” imbuh alumnus IPB 1996 ini.

Tujuan pelabelan tanaman ini tak lain untuk pemetaaan dan pendataan kondisi tanah DAS, pemantauan jenis tanaman yang cocok untuk DAS dan mengantisipasi terjadinya longsor. (yus)

 
Sumber : Radar Bogor