Berkeliling Berikan Konsultasi pada Petani
Berkeliling Berikan Konsultasi pada Petani
Berkeliling Berikan Konsultasi pada Petani
| Masyarakat Indonesia telah cukup mengenal fasilitas perpustakaan dan puskesmas keliling.Sebuah fasilitas yang memungkinkan masyarakat memanfaatkannya tanpa harus bepergian jauh dari rumah.
NAMUN,bagaimana jika yang berkeliling itu adalah ahli tanaman. Sebuah terobosan baru dikembangkan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk meningkatkan hasil pertanian di Indonesia.Terobosan baru itu adalah penyediaan Mobil Klinik Tanaman Terpadu. Seperti layaknya perpustakaan dan puskesmas keliling, Mobil Klinik Tanaman Terpadu ini juga akan berkeliling dari satu lokasi ke lokasi lain.Hanya,sasarannya adalah para petani di pedesaan. Bahkan, sesuai namanya,mobil ini berfungsi layaknya klinik di sebuah rumah sakit, dengan berbagai fasilitas klinik di dalamnya,seperti peralatan laboratorium. Hebatnya lagi, mobil ini juga dilengkapi dengan ahli-ahli di bidang pertanian. Lalu, sebenarnya apa fungsi dari Mobil Klinik Tanaman Terpadu ini? Dekan Fakultas Pertanian IPB Prof Didi Sopandi mengatakan, mobil ini diciptakan khusus untuk membantu permasalahan petani di lapangan. Menurut dia, selama ini banyak petani yang tidak mengetahui bagaimana bercocok tanaman yang baik, atau bagaimana menyiasati agar tanaman tidak selalu diserang hama. Dengan mobil inilah, ujar dia, seluruh persoalan itu akan terjawab. Sebab, mobil ini akan memberikan layanan kepada petani mulai dari permasalahan tanaman, tanah, hama,hingga penyakit tanaman. Tidak hanya itu, mobil seharga Rp900 juta per unit ini juga bisa melayani konsultasi arsitektur lanskap. ”Mobil ini rencana beroperasi pada Februari 2010 dan pada tahap awal baru akan melayani petani di Bogor,terutama di desa-desa sekitar kampus IPB.Ke depan mobil klinik juga akan melayani petani di berbagai daerah di Indonesia,bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat,”ungkap Didi saat peluncuran mobil ini di Bogor kemarin. Ketua Tim Pengadaan Mobil Klinik Tanaman Terpadu Suwardi mengatakan, mobil klinik akan dilengkapi dengan berbagai peralatan laboratorium untuk pengujian tanah dan tanaman secara cepat, diagnosa hama dan penyakit, kadar kemanisan buah, serta beberapa benih unggul tanaman hasil penelitian IPB.Peralatan-peralatan ini memungkinkan petani melakukan uji laboratorium secara cepat terkait berbagai persoalan tanaman. Sebuah genset juga disiapkan untuk pengoperasian beberapa peralatan yang membutuhkan aliran listrik, termasuk audio visual. Bahkan, IPB menyiapkan beberapa ahli terbaiknya untuk ikut serta dalam mobil ini.Mereka adalah ahli tanah, hama, hortikultura, tanaman pangan, serta ahli lanskap. ”Tim tersebut terdiri dari dosen dan mahasiswa tingkat akhir. Minimal satu di antaranya adalah dosen berpengalaman,”katanya. Suwardi mengatakan, Mobil Klinik Tanaman Terpadu ini secara periodik akan mendatangi wilayah pertanian yang sedang menghadapi masalah serangan hama atau wilayah yang mengalami penurunan produksi pertanian. Mobil bisa juga datang ketika ada permintaan para petani yang membutuhkan konsultasi. Direktur Akademik Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Dr Illah Sailah mengatakan, selain difungsikan secara langsung bagi petani, mobil ini juga bisa berfungsi sebagai alat peraga bagi siswa SMA dan perguruan tinggi. ”Mobil klinik tersebut bisa dimanfaatkan untuk berkeliling SMA guna memberi wawasan bidang pertanian,mengingat saat ini minat untuk masuk ke fakultas pertanian terus menurun,”katanya. (nugroho/ant) Sumber : http://www.seputar-indonesia.com
|
