Bakteri Wolbachia Bikin Keok Virus di Nyamuk DB
Bakteri Wolbachia Bikin Keok Virus di Nyamuk DB
Bakteri Wolbachia Bikin Keok Virus di Nyamuk DB

(Foto: abc.net)
Michigan, Demam berdarah belum ada obatnya, penderita demam berdarah biasanya hanya dijaga cairan tubuh dan hemoglobinnya agar tidak drop yang bisa menyebabkan komplikasi ke penyakit lain atau kematian. Hingga kini belum ada vaksin untuk mencegah demam berdarah.
Demam berdarah (dengue fever) ditularkan oleh virus dengue dengan mediasi nyamuk aedes aegypti. Setiap tahun ada 2,5 miliar penduduk yang terancam demam berdarah.
Nyamuk DB sulit diberantas dan terus berbiak terutama di negara-negara tropis seperti Indonesia. Kegiatan reproduksi nyamuk meningkat sehingga populasinya meningkat tajam saat pergantian musim dari panas ke hujan atau sebaliknya.
Biasanya untuk membatasi gerak nyamuk DB dilakukan pengasapan (fogging). Tapi ini pun tidak efektif. Namun kini ada kabar gembira dari ilmuwan Michigan State University yang menemukan cara menghentikan duplikasi nyamuk DB dengan menggunakan bakteri Wolbachia.
Sekitar 28 persen spesies nyamuk memiliki bakteri Wolbachia. Tapi bakteri itu tidak ada dalam nyamuk aedes aegypti. Bakteri Wolbachia memiliki kemampuan untuk menghentikan replika atau duplikasi virus dengue di dalam nyamuk.
Jika tidak ada virus dengue dalam nyamuk, maka virus tersebut tidak dapat menyebar ke orang-orang sehingga proses penularannya dapat dihambat.
Peneliti Zhiyong Xi, MSU, yang merupakan asisten profesor entomologi di Michigan State University memasukkan bakteri Wolbachia ke dalam nyamuk aedes aegypti dengan cara menyuntikkan embrio dari parasit tersebut.
Didapatkan bakteri ini berhasil dipertahankan di dalam tubuh nyamuk di dalam laboratorium selama hampir empat tahun, karena berhasil diturunkan dari ibu ke anaknya.
Ketika nyamuk laki-laki yang terinfeksi Wolbachia berpasangan dengan nyamuk perempuan yang tidak terinfeksi, maka bakteri menyebabkan ketidaknormalan reproduksi yang memicu kematian embrio dini.
Bakteri Wolbachia tidak mempengaruhi perkembangan embrio apabila nyamuk perempuan memiliki Wolbachia yang sama dengan laki-laki, sehingga bakteri dapat menyebar dengan cepat dan menginfeksi semua populasi nyamuk. Selain itu bakteri ini juga tidak dapat menular dari nyamuk ke manusia.
Keuntungan dari strain yang digunakan peneliti Michigan adalah semakin lama nyamuk tersebut hidup, maka semakin besar kemungkinan infeksi bakteri Wolbachia ke seluruh populasi nyamuk dalam jangka waktu singkat.
Dengan memahami mekanisme yang dapat menghambat penyebaran virus dengue, maka peneliti dapat mengetahui bagaimana hal tersebut terjadi sehingga bisa meningkatkan efisiensi dari gangguan virus.
Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal PLoS Pathogens pada 1 April 2010.
Sumber : http://health.detik.com