DRI IPB

Atasi Banjir,DKI Perlu Bangun 100 Polder

ipb
Warta LPPM

Atasi Banjir,DKI Perlu Bangun 100 Polder

 ipb

Atasi Banjir,DKI Perlu Bangun 100 Polder



BOGOR (SINDO) – Guru Besar Departemen Geofisika dan Meteorologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Hidayat Pawitan menilai banjir parah yang kerap menimbulkan kemacetan di wilayah DKI Jakarta lantaran sistem drainase amburadul.

”Maka dari itu, Pemprov DKI harus segera membangun tempat penampungan air atau polder di sejumlah titik di wilayah Jakarta,”kata Hidayat,kemarin. Menurut Hidayat, jika dilihat dari letak geografis dan luas wilayah 63.000 hektare, DKI Jakarta membutuhkan sedikitnya 100 polder untuk mengatasi banjir.”Melihat pengalaman banjir pekan lalu, genangan air di sejumlah ruas jalan yang membuat Jakarta lumpuh total, bukan karena luapan air Sungai Ciliwung atau kiriman dari Bogor, tapi akibat buruknya drainase,” ucapnya.

Buruknya sistem drainase ini membuat volume air hujan yang saat itu intensitasnya tinggi menjadi tidak terserap langsung ke tanah atau mengalir ke sungai. Hidayat menjelaskan, saat ini hanya ada empat polder yang ada di Jakarta,di antaranya Sunter,KebonMelati,dan Setiabudi.”Jumlah tersebut sangat tidak mencukupi untuk menampung air hujan.Karena itu, diperlukan penambahan polder untuk mengatasi banjir di Jakarta,”ujarnya.

Hidayat menjelaskan, pembangunan di Jakarta terlalu pesat, tetapi tidak dibarengi dengan perencanaan drainase yang baik.Bahkan waduk yang ada saja berubah jadi lahan terbangun, seperti mal dan apartemen. Pembangunan lokasi penampungan air sudah dilakukan di Jepang. Saat ditanya apakah mungkin membangun sekian banyak polder di Jakarta yang sudah dipadati bangunan,menurut Hidayat, hal itu bisa dilakukan. Sebab, saat ini tim ahli dari Jepang dan Belanda sudah memiliki konsep untuk membangun polder di Jakarta.

”Sekarang tinggal bagaimana Pemprov DKI Jakarta atau Pemerintah Pusat mau menggunakan teknologi yang dirancang oleh ahli dari Jepang dan Belanda ini,”katanya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan, pembuatan polder memang bisa menjadi solusi mengatasi banjir di Ibu Kota. Hanya saja pembuatan polder membutuhkan anggaran yang cukup besar.Bahkan, satu polder bisa menelan anggaran ratusan miliar bergantung luas dan kebutuhan pompa.

”Memang membuat itu menjadi salah satu solusi, tapi biayanya besar.Kita tetap akan mengajukan anggaran untuk pembuatan polder,”ungkap Ery. Pihaknya ingin membuat 30 polder untuk mengatasi banjir di Ibu Kota. Dengan sistem polder, nantinya genangan air di wilayah yang lebih rendah dari saluran bisa dialirkan ke polder. Lalu, nantinya dari titik terendah dipompa ke saluran untuk dialirkan ke laut. (haryudi/ahmad baidowi)

 
Sumber :  http://www.seputar-indonesia.com