DRI IPB

Anda Pekerja Keras? Sebaiknya baca artikel ini

http://paksalam.files.wordpress.com/
Warta IPTEK

Anda Pekerja Keras? Sebaiknya baca artikel ini

 http://paksalam.files.wordpress.com/Anda Pekerja Keras? Sebaiknya baca artikel ini

Orang yang bekerja 10 atau 11 jam per hari mungkin bisa menyebut diri pekerja keras, tapi sebenarnya dia menghadapi kemungkinan lebih besar untuk menderita gangguan jantung serius, termasuk serangan  jantung, dibandingkan dengan mereka yang berhenti kerja setelah tujuh  jam, demikian pernyataan beberapa peneliti.

Temuan itu, hasil studi selama 11 tahun atas 6.000 pegawai pemerintah  Inggris, tak menyebutkan bukti pasti bahwa jam kerja yang lama  mengakibatkan sakit jantung koroner tapi memang memperlihatkan kaitan  nyata, yang dikatakan para ahli mungkin berpangkal dari stres.

Secara keseluruhan, terdapat 369 kasus kematian akibat sakit jantung,  serangan jantung tak mematikan dan kejang jantung di kalangan kelompok  studi yang berpusat di London tersebut. Sementara itu, resiko terjadinya peristiwa yang tak menguntungkan ialah 60 persen lebih tinggi bagi  orang yang bekerja lembur selama tiga atau empat jam.

Bekerja lembur satu atau dua jam di luar tujuh-jam kerja normal per  hari tak berkaitan dengan peningkatan resiko sakit jantung.

“Kelihatannya mungkin ada permulaan, jadi tak terlalu buruk jika anda  bekerja satu jam atau lebih daripada biasanya,” kata Dr. Marianna  Virtanen, ahli epidemiologi di Finnish Institute of Occupational Health  dan University College London.

Peristiwa gangguan jantung yang lebih tinggi di kalangan orang yang  bekerja lembur tergantung atas sejumlah faktor resiko lain termasuk  merokok, kelebihan berat tubuh atau memiliki kolesterol tinggi.

Namun Virtanen mengatakan pada Selasa (11/5) bahwa mungkin saja gaya  hidup orang yang bekerja lebih lama dari biasa bertambah buruk dari  waktu ke waktu, misalnya akibat makanan yang buruk atau peningkatan  konsumsi alkohol.

Yang lebih mendasar lagi ialah jam kerja yang lama mungkin berkaitan  dengan stres yang berkaitan dengan pekerjaan, yang mencampuri proses  metabolis, serta “sickness presenteeism”, yaitu orang tetap masuk kerja  sekalipun ia sedang sakit.

Virtanen dan rekannya menerbitkan temuan mereka di European Heart  Journal, terbitan paling akhir.

Ketika mengomentari studi tersebut, Gordon McInnes, profesor di  farmakologi klinis di University of Glasgow`s Western Infirmary,  mengatakan temuan itu mestinya dapat menyebarkan dampak bagi dokter yang sedang memeriksa resiko sakit jantung pasien mereka.

“Jika dampak itu benar-benar memiliki hubungan sebab-akibat,  kepentingannya jauh lebih besar daripada yang diakui secara umum. Stres  akibat kerja lembur mungkin memberi sumbangan pada proporsi penting  sakit jantung dan pembuluh darah,” kata McInnes, sebagaimana dilaporkan  kantor berita Inggris, Reuters.(C003/A038)

Sumber : Sumber : Antara

Photo : http://paksalam.files.wordpress.com/