Guruku ……..
Guruku ……..

Guruku ……..
Guruku…..Ijinkanlah aku merenung sejenak…..
…….Ijinkankah hayalan ini melayang pada saat aku pertama kali mengenalmu…
Masih melekat dalam ingatanku ketika mahasiswa gelisah melihat jam tangannya……
menunggu kapan kuliah berakhir… padahal hari sudah menjelang magrib.
Guruku terlena dalam menyampaikan ilmunya … sampai-sampai guruku lupa waktu….
Guruku berdiri di depan kelas lebih dahulu dari mahasiswanya dan memarahi mahasiswanya yang terlambat datang dan mengusirnya keluar kelas…….untuk memberikan ketauladanan………
Guruku mengenalkan lika liku si binatang haram, atau … si BAB 1 alias babi dengan cara yang sangat memukau…..
Guruku mengoleskan kotoran domba ke tangan nona-nona cantik yang berdandan seksi dan mentereng dengan farfum yang amat menyengat…. hanya untuk meningatkan bahwa dunianya …bukan dunia sinetron…..
Masih terngiang didalam ingatanku bunyi gelegar ketokan meja oleh tangan guruku…. Yang menandakan mahasiswa harus segera pindah dari meja yang satu ke kemeja lain untuk mengingat semua tanaman dan bahan pakan yang ada di meja itu….
Guruku mengajarkan tali temali dan mengajarkan bagaimana cara mengikat sapi dengan benar…..
Guruku mengajarkan proses pembentukan cangkang telur di dalam saluran reproduksi ayam……
Guruku walaupun dalam keadaan sakit dan menjelang ajalmu….. masih menyempatkan diri untuk menyampaikan ide-ide cemerlangmu
Guruku….. engkau telah memberikan semuanya yang engkau punya …..
Ya Allah, …….berilah kekuatan agar aku dapat meniru guruku….
….. agar aku dapat meniru niat mulianya……
Ya Allah….Aku takut…. tidak bisa meniru semua ketulusan Guruku….
Ya Allah….. berikanlah kemuliaan bagi Guruku…..
Bogor 15 September 2005