DRI IPB

Optimis Indonesia Jadi Kekuatan Ekonomi Duni

Bunasor
Warta LPPM

Optimis Indonesia Jadi Kekuatan Ekonomi Duni

BunasorOptimis Indonesia Jadi Kekuatan Ekonomi Dunia

BOGOR-Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB,Prof Bunasor Sanim optimistis dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan, Indonesia akan masuk dalam lima besar kekuatan ekonomi dunia bersama India, Rusia dan Cina.

Komisaris Utama Bank BRI itu mengatakan, indikasinya, Indonesia memiliki tiga pilar ketahanan yakni pangan, energi dan finansial. Indonesia kaya akan sumber daya alam yang menyuguhkan beraneka macam bahan pangan. Di sisi lain, Indonesia memiliki pertambangan dan tenaga panas bumi (bio thermal), untuk menyuplai energi. “Selain itu, ketika negara-negara maju mengalami krisis keuangan, Indonesia terbukti bisa bertahan,” ujar Bunasor di sela-sela acara acara Purnabhakti 40 tahun pengabdiannya dalam Pembiayaan Pertanian dan Pembangunan Berkelanjutan IPB di gedung IICC, Sabtu (22/1).

Ia menambahkan, untuk mencapai target menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia, tentunya ketiga pilar ketahanan tersebut harus dikelola dengan benar. Indonesia juga harus mampu meminimalisasi atau bahkan menghilangkan hambatan-hambatan seperti fenomena turbulensi alam,ekonomi, birokrasi politik, dan keamanan dalam pembangunan. Turbulensi alam seperti wilayah geografi Indonesia yang terletak pada Ring of Fire, dimana puluhan gunung berapi aktif mengelilingi negeri ini. Belum lagi gempa bumi,banjir dan longsor serta ancaman tsunami.

Sementara turbulensi ekonomi,ketika krisis moneter dan finansial global terjadi dan terulang kembali. Tingkat pengangguran dan kemiskinan yang relatif tinggi dan kualitas serta pertumbuhan ekonomi yang relatif rendah. Indonesia juga tengah dihadapkan dengan turbulensi birokrasi,politik dan keamanan, dimana reformasi, hak asasi dan demokrasi yang hampir kebablasan. Ditambah lagi dengan kondisi politik yang kurang stabil, korupsi yang konsisten birokrasi kompleks serta rendahnya capacity building para aparatur negara. “Kita harus bisa menghilangkan itu semua,” tegasnya.

Perlu adanya strategi pembangunan nasional, fokus kepada mengurangi kemiskinan peningkatan lapangan kerja serta peningkatan daya saing. Indonesia harus memiliki sebuah formula kebijakan utama (grand policy),terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas serta pengelolaan sumber daya alam (SDA) pertanian modern. “Sektor pertanian atau agribisnis harus digunakan sebagai lokomotif pembangunan,”imbuhnya.

Ia menjelaskan, mindset SDM harus diubah menuju Indonesia unggul. Memacu kualitas SDM sebagai energizer of development,serta memperbanyak entrepreneurial leader di bidang pertanian.  Semua pihak dituntut kepekaanmelihat situasi global saat ini. Berdasarkan berbagai prediksi dan estimasi para ahli (ekonom dan futuris), Indonesia akan menjadi salah satu negara dari lima kekuatan dunia. Mengingat saat ini telah terjadi pergeseran keseimbangan ekonomi global, dari G7 ke New Emerging Market (BRIC), yang kemudian terbentuk G20. “Terjadi surplus di Cina-Asia dan sebaliknya terjadi defisit di Amerika serta Eropa,kecuali Jerman,” terang dosen penguji disertasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.(ric)

 

Sumber : Radar Bogor