Masyarakat Antusias,Pemerintah Ditunggu
Masyarakat Antusias,Pemerintah Ditunggu
|
Masyarakat Antusias,Pemerintah Ditunggu |
|
|
| Kerja keras tim peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam mengembangkan minyak biji bintaro tidak bertepuk sebelah tangan.Masyarakat menyambut antusias dan siap memproduksi massal.
BALAI Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, penuh sesak akhir Desember lalu. Puluhan warga memadati ruangan tempat digelarnya sosialisasi minyak biji bintaro oleh IPB dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).Mereka penasaran, benarkah bintaro (cerbera manghas) atau dalam bahasa setempat disebut babuto dapat menghasilkan minyak yang dapat menyalakan kompor?
Rasa penasaran itu makin membuncah ketika Ketua Tim Peneliti Pengembangan Minyak Nabati dari Biji Bintaro dari IPB Aris Purwanto memaparkan proses pembuatan energi alternatif itu. Dan penasaran mereka akhirnya benar-benar terjawab saat demonstrasi penggunaan kompor dan mesin diesel dengan minyak biji bintaro dilakukan. “Sungguh tak menyangka babutodapat jadi minyak,dapat menghidupkan diesel pula,” kata Edi Limanto,warga Teluk Meranti.Pria 34 tahun ini sangat antusias memperhatikan genset hasil modifikasi tim IPB yang menggunakan bahan bakar minyak bintaro. “Wah, kita bisa berhemat solar kalau minyak ini sudah dapat dihasilkan,” katanya berseri-seri. Edi mengaku memiliki genset berkapasitas 2.000 watt untuk menghasilkan listrik di rumahnya.Akibat mahalnya harga solar, genset itu hanya dinyalakan pukul 17.30 hingga 23.00 WIB.“Di luar jam itu ya tidak pakai listrik, tidak bisa menikmati televisi. Biar tidak boroslah, solar semakin mahal,”katanya. Tidak dimungkiri,sosialisasi minyak biji bintaro itu seperti membuka cakrawala masyarakat di tempat terpencil itu. Teluk Me-ranti,daerah yang ditempuh sekitar 4 jam perjalanan darat dari Pekanbaru, memang tak terkesan tertinggal. Akses informasi sulit didapat karena buruknya infrastruktur jalan. Pohon bintaro yang berserakan di kampung berlahan gambut itu pun selama ini memang seolah tanpa fungsi. Karena itu, begitu ada pemanfaatan lain yang sangat positif, mereka menyambut antusias. Camat Teluk Meranti Dahnil mengatakan, pengembangan minyak bintaro memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Teluk Meranti. “Minyak tanah di tempat ini jumlahnya terbatas, itu pun harganya sangat mahal. Bila ada minyak alternatif dengan harga yang murah dan berkualitas baik, itu tentu sebuah solusi yang sangat menguntungkan,” katanya di sela-sela sosialisasi minyak bintaro di Teluk Meranti,Selasa (28/12/10). Dahnil menegaskan, masyarakat siap mendukung produksi minyak bintaro. “Kami menyediakan sekitar 10 hektare lahan khusus untuk pengembangan tanaman ini. Pengolahan biji bintaro nanti dapat dikelola koperasi yang dibentuk masyarakat, ”ungkapnya.Dahnil berharap pengembangan minyak biji bintaro ini dapat mewujudkan kawasan Teluk Meranti sebagai Desa Mandiri Energi. Senada diungkapkan sesepuh adat sekaligus Lurah Teluk Meranti Hasan Ebet.Tokoh masyarakat ini mendukung penuh pengembangan bahan bakar minyak nabati itu.Dia bahkan mengimbau warganya untuk tidak segan menyerap ilmu yang dibawa tim peneliti IPB. “Kita tidak usah malu untuk belajar dan menerimahal- halbaru.Terutamagenerasi muda,apa yang dibawa oleh bapakbapak dari perguruan tinggi (IPB) ini akan penting sekali manfaatnya di masadepan.Minyaktanahmahal,solar mahal di desa kita,mengapa kita tak segera memulai hal-hal yang memang bagus untuk kita?”katanya. Ebet mengaku optimistis proyek ini akan berjalan baik. “Dengan dukungan perusahaan besar seperti RAPP,kemitraan di bidang energi ini memegang peran penting untuk kemajuan pembangunan Teluk Meranti,”ucapnya. Keterlibatan pihak perguruan tinggi dan swasta (RAPP) dalam penciptaan sumber energi terbarukan memang layak diapresiasi. Berdasarkan Instruksi Presiden No 1/2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati sebagai Bahan Bakar Lain,Presiden memerintahkan seluruh pihak terkait mengambil langkah-langkah untuk melaksanakan percepatan penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati sebagai bahan bakar lain. Ketua Tim Peneliti dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB Aris Purwanto mengatakan,minyak biji bintaro merupakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Pengembangan minyak dari biji bintaro ini telah melalui uji coba skala laboratorium, analisis karakteristik sifat fisiko kimia minyak dari biji bintaro, analisa senyawa toksik,rancangbangunprosespengolahan minyak, dan uji coba proses pengolahan biji bintaro untuk dijadikanminyaknabatiskalakecilbagi kelompok masyarakat. Direktur RAPP Mulia Nauli menyatakan, potensi bahan baku berupa pohon bintaro yang demikian banyak di Teluk Meranti merupakan peluang untuk mengembangkan energi terbarukan.“Penciptaan energi alternatif itu juga dapat membuka lapangan kerja baru bagi warga,”kata dia. (zen teguh) Sumber : http://www.seputar-indonesia.com
|
