BOGOR-Bergelut di sektor pertanian, termasuk perikanan dan peternakan, akan memberi nilai tambah luar biasa bagi pelakunya. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, saat menghadiri pelatihan kewirausahaan Pemuda Agri Mandiri, di kampus IPB Dramaga belum lama ini.
Heryawan mengatakan, dirinya pernah bertemu sarjana komputer yang banting setir dari programer menjadi peternak sapi. Orang itu, lanjut Hermawan, mengaku jika pendapatan sebagai peternak sapi yakni sepuluh kali lipat programer.
Ia juga bercerita tentang pertemuannya dengan seorang alumnus IPB yang beternak kambing Etawa. Menurut dia, dalam kurun waktu setahun, peternak itu mampu mengembangkan Etawa dari hanya 40 menjadi 440 ekor. Menurut dia, pendapatan si peternak pun mencapai Rp25 juta per bulan. “Saya tanya berapa jumlah Etawa-nya sekarang. Dia jawab 440 ekor” imbuhnya. Heryawan berharap, dari peserta pelatihan ini nantinya lahir juragan lele, gurame, kambing ataupun juragan sapi. “Jadilah Anda semua orang kaya, dengan menggali potensi di dunia pertanian yang luar biasa besarnya”ujar dia.
Sementara itu, Rektor IPB, Prof Herry Suhardiyanto mengatakan, pihaknya apresiatif terhadap perhatian Pemprov Jabar. Menurut dia, pemerintah Jabar terbukti concern dengan pengembangan sumber daya pertanian.
Herry mengatakan, Jabar dikaruniai SDA melimpah. Namun, lanjutnya, tak semua generasi muda mencintai pertanian. Menurut dia, para pemuda merasa tidak keren kalau bekerja di bidang pertanian. Padahal, agraris merupakan sektor yang sangat menjanjikan. “Populasi empat juta ekor domba serta satu juta sapi di Jabar, mestinya menjadi tantangan yang harus dijawab para pemuda untuk meningkatkannya” tegas Prof Herry.
Ketua panitia pelatihan, Dr Pudji Muljono menambahkan, pelatihan yang rencananya dilangsungkan satu setengah bulan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pemuda tentang agribisnis, khususnya perikanan dan peternakan. “Dari total 485 pendaftar, setelah melalui serangkaian proses seleksi maka diambil 200 orang. Kisaran usia para peserta 17-35 tahun,” jelasnya.
Pudji mengatakan, selain materi teoritik, dalam pelatihan yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan IPB ini, peserta dibekali materi praktik serta magang di usaha agribisnis. Pelatihan, sambung dia, akan dilakukan di kampus IPB, Pesantren Pertanian Darul Falah Bogor, Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan Jonggol (UP3J) Fakultas Peternakan IPB, Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) dan Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi. (cr12)