DRI IPB

Mitos yang keliru : Telur berbahaya bagi kesehatan jantung anda

rrnoor
Warta IPTEK

Mitos yang keliru : Telur berbahaya bagi kesehatan jantung anda

 

rrnoorMitos yang keliru : Telur berbahaya bagi kesehatan jantung anda*)

Telur memang mengandung kolesterol yang cukup tinggi, yaitu sekitar 211 mg per butir telur yang berukuran besar dan memang benar kolesterol di dalam darah kita berkontribusi dalam penyumbatan arteri dan serangan jantung.  Akan tetapi menyimpulkan bahwa telur buruk bagi kesehatan jantung kita merupakan suatu kesalahan, demikian kata para pakar kesehatan.  Dari hasil studi epidemiologi menunjukkan bahwa orang dapat mengkonsumsi sebutir telur setiap harinya tanpa mengalami gangguan kesehatan, demikian kata  Penny Kris-Etherton, Ph.D., R.D., guru besar nutrisi dari  Penn State University.

 

Bagi sebagian besar dari kita kolesterol yang kita konsumsi tidak berdampak besar dalam meningkatkan kadar kolesterol darah.  Tubuh kita dapat mengkompesasinya dengan cara menghasilkan kolesterol dalam jumlah yang lebih sedikit.  Lemak jenuh (saturated) dan lemak trans lebih berperan dalam menaikkan kadar kolesterol darah.

 

Perlu diketahui bahwa sebutir telur yang besar hanya mengandung 2 gram asam lemah jenuh dan tidak mengandung lemak trans.  American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi asupan kolesterol kurang dari 300 mg per hari atau kurang dari  200 mg per hari jika anda memiliki masalah jantung atau diabetes atau umur di atas 55 tahun bagi wanita dan di atas 45 tahun bagi  pria.  Kalau diterjemahkan dalam bentuk konsumsi telur ini setara dengan kurang dari sebutir telur per harinya atau kira kira 2 butir telur dalam seminggunya masih sangat aman, demikian kata  Kris-Etherton.

 

Bagi sebagian besar penduduk negara berkembang  yang level kecukupan proteinnya masih jauh di bawah standar, telur merupakan sumber protein hewani yang termurah.  Telur merupakan salah satu sumber protein yang tinggi nilai gizinya dengan harga yang sangat terjangkau.  Tingkat konsumsi telur per tahun per kapita orang Indonesia merupakan salah satu yang terendah diantara tingkat konsumsi dari negara ASEAN lainnya.  Konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia masih jauh ketinggalan dibandingkan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.  Tingkat konsumsi telur Indonesia masih  sangat kecil, yakni 50 butir per kapita per tahun. Bandingkan dengan Jepang sebanyak 269 butir dan Inggris yang mencapai angka 290 butir.

 

Mari kita tingkatkan konsumsi protein hewani untuk membantu mencerdaskan bangsa dan meningkatkan daya saing sumberdaya manusia Indonesia.

 

*) Ronny R. Noor

Sumber :

  1. http://shine.yahoo.com/channel/food/6-biggest-lies-about-food-busted-2391419
  2. http://www.inilah.com/news/read/ekonomi/2010/07/09/654631/indonesia-masih-asing-telur-dan-daging-ayam/