DRI IPB

Kiat Sukses Citra Melakoni Bisnis Ulat Sutra Emas (1)

Warta IPTEK

Kiat Sukses Citra Melakoni Bisnis Ulat Sutra Emas (1)


Kiat Sukses Citra Melakoni Bisnis Ulat Sutra Emas

 

KERAJINAN: Citra Ayu Furry (kanan) ditemani rekannya sedang membuat kerajinan dari ulat sutra emas.
Mengikuti mata kuliah praktikum pada 2009, menjadi gerbang bagi Citra Ayu Furry memulai usaha kerajinan ulat kepompong emas. Mahasiswi  Fakultas peternakan, Insitut Pertanian Bogor (IPB) semester delapan ini pun jatuh cinta pada kepompong emas dan menyulapnya menjadi berbagai macam kerajinan dan aksesori.

Penuh semangat dan antusias tinggi, hal ini terlihat dari wajah Citra Ayu Furry saat menjelaskan awal mula dia menemukan kepompong ulat sutra emas atau dalam bahasa latinnya, Cricula Trifenestara.

Gadis berjilbab ini menuturkan, awal mula menemukan keunikan dan nilai seni tinggi dari kepompong ulat sutra emas adalah saat mengikuti mata kuliah praktikum. Saat itu, pada 2009 lalu dia ikut meneliti tentang ulat sutra emas.

“Tahun lalu atau saat saya kuliah semester enam, ada mata kuliah praktikum. Yang menjadi objeknya adalah ulat sutra emas. Dari situ, sebenarnya saya belum terlalu ngeh kalau kepompongnya bisa menjadi kreasi dan memiliki nilai jual hingga Rp400 ribu satu aksesorinya,” kata Citra.

Salah satu tahap dalam kuliah itu, kata Citra, mencoba membudidayakan ulat sutra emas. “Hidupnya terhitung mudah karena ulat sutra emas hidup di alam liar. Berbeda dengan ulat sutra putih,” tambahnya.

Saat itu, ulat yang ditelitinya sudah berubah menjadi kupu-kupu. Citra pun tertarik dengan cangkang kepompong yang ditinggalkan ulat sutra emas saat berubah menjadi kupu-kupu.

“Saat saya melihat dengan jelas motif yang ada pada cangkang kepompong, saya tak henti-hentinya berdecak kagum. Motif lubang-lubang abstrak yang menghiasi kepompong berwarna emas ini sangat indah dan artistik,” tuturnya.

Dari situ, Citra mengumpulkan ampas kepompong emas dan membersihkannya. Citra membawanya ke kost-kostan tempatnya tinggal, tak jauh dari kampusnya di IPB, Dramaga.

Dengan keuletan dan kreativitasnya, kepompong emas tersebut diubahnya menjadi aksesori cantik yang bisa membuat penampilan semakin bergaya.

“Dari situ, saya menyatakan jatuh cinta pada kepompong ulat sutra emas ini dan bertekad menjadikannya sebagai lahan usaha yang bisa menghasilkan uang,” tandasnya. (*)

 
Sumber : http://www.radar-bogor.co.id