DRI IPB

Dinamika Virus AI Setelah 2 Tahun Bersirkulasi di Indonesia

Warta IPTEK

Dinamika Virus AI Setelah 2 Tahun Bersirkulasi di Indonesia

Dinamika Virus AI Setelah 2 Tahun Bersirkulasi di Indonesia

Penyakit Avian Influenza masih merupakan masalah yang harus segera ditanggulangi. Dari hasil penelitian dan beberapa laporan kejadian di lapang, sepertinya virus AI, menunjukkan perubahan yang sangat dinamis.

Apakah virus ini terus menerus akan mengalami perubahan sampai pada saatnya akan menciptakan virus AI yang baru yang lebih ganas dan menimbulkan pandemi? Untuk itu tentunya penyakit AI harus diantisipasi sejak dini dengan mengetahui kemungkinan adanya mutasi yang lebih berbahaya dengan melakukan analisis genetika molekuler terhadap virus AI yang sampai saat ini masih menimbulkan berbagai masalah di lapangan.

Tujuan penelitian yang dilakukan adalah mengidentifikasi virus AI yang bersirkulasi di lapangan dan melakukan analisis genetik molekuler untuk mendeteksi dini adanya mutasi yang terjadi serta untuk melihat adanya kecenderungan perubahan keganasan penyakit AI pada aras molekuler.

Hasil yang diperoleh sejauh ini isolasi virus/RT-PCR (H5) dari 28 sampel yang diperoleh dari beberapa wilayah di Indonesia umumnya positif. Sirkulasi virus AI di DKI Jakarta , Sukabumi, dan Tasikmalaya masih tinggi, bahkan pada bulan September 2006, di daerah Jakarta Selatan, diperoleh isolat dari entok berasal dari rumah kasus korban meninggal dunia akibat infeksi virus AI (Fajar, 9 th), dan isolat lain berasal dari itik milik tetangga dekat korban. Isolat ayam Garut juga berasal dari daerah sekitar korban meninggal dunia akibat AI, di lokasi tersebut diinformasikan bahwa terdapat kematian unggas yang cukup tinggi pula.

Propinsi Papua sebelumnya adalah propinsi yang masih dikategorikan bebas AI, namun ternyata pada bulan Agustus 2006, diperoleh kasus kematian unggas di Timika yang ternyata setelah dikonfirmasi disebabkan oleh AI. Beberapa kasus AI seperti yang terjadi di Purwakarta kemungkinan merupakan kasus AI subklinis karena, ayam tersebut hanya menunjukkan penurunan produksi telur. Kabupaten Tasikmalaya merupakan kabupaten yang hampir perbulannya terdapat wabah AI, umumnya di wilayah jalur lalulintas unggas dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah (Pagerageung, Rajapolah dan kota Tasik).

Masih akan dilakukan analisis kemungkinan adanya perubahan/mutasi virus secara molekuler untuk mengetahui karakter dan sifat virus AI.

Sumber: situs web Balitvet