DRI IPB

Lurah Setu Gede Minta Bantuan Pakar IPB University Rancang Masterplan Kawasan Ekowisata

Berita / Warta LPPM

Lurah Setu Gede Minta Bantuan Pakar IPB University Rancang Masterplan Kawasan Ekowisata

Hasil riset mahasiswa IPB University dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian menyebutkan bahwa kawasan wisata alam Setu Gede, Bogor kekurangan prasarana dalam pengelolaannya. Seperti kurang mendukungnya jalan yang menjadi akses masuk dan keluar kawasan wisata, terbatasnya lahan parkir yang menyebabkan parkir sembarangan, terjadinya penyempitan saluran drainase serta kurangnya tempat sampah yang menyebabkan terseraknya dan terjadinya tumpukan sampah.

Hal ini disampaikan Muhammad Fatahudin, mahasiswa IPB University dalam kegiatan Dosen Mengabdi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) tentang Sosialisasi Perencanaan Pengembangan Prasarana Kawasan Ekowisata Setu Gede Kota Bogor, (11/9).

Menurut Lurah Setu Gede, Wulan, pengembangan ekowisata Setu Gede sudah lama direncanakan, bahkan Pemkot Bogor, Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Balai Pengelolaan Sumberdaya Air Provinsi Jawa Barat telah menyampaikan rencana kegiatannya. Namun terungkap bahwa berbagai rencana tersebut belum menyatu menjadi suatu grand desain pengembangan ekowisata.

[masterslider id=”460″]

“Masih ada perbedaan pendekatan antara dinas pariwisata provinsi dan Pemkot Bogor dalam menangani situ-situ yang ada di kawasan Kelurahan Setu Gede,” ujarnya.

Usulan pengembangan kawasan wisata Setu Gede juga hadir dari pihak Ketua RT/RW serta tokoh masyarakat. Mereka berharap tema ekowisata Situ Gede ini dapat menampung berbagai potensi alam dan kegiatan masyarakat yang unik termasuk potensi pertaniannya menjadi satu paket ekowisata terpadu yang dapat menjadi harapan pertumbuhan ekonomi masyarakat Setu Gede.

Dari hasil pertemuan ini, dihasikan beberapa rumusan. Pertama, perlunya fasilitas jalan untuk akses keluar masuk wisata Setu Gede. Akses jalan yang dikembangkan direncanakan secara menyeluruh untuk menggali kawasan ekowisata Setu Gede yang mempunyai potensi 3 situ alam yaitu Setu Gede, Setu Leutik dan Setu Panjang. Apabila pelebaran jalan tidak memungkinkan maka dapat dipilih penambahan jalan baru dan atau pemberlakukan jalan searah.

Kedua, untuk menampung kendaraan pengunjung, maka perlu dibangun gedung parkir bertingkat sebagai fasilitas parkir sehingga hanya memerlukan luas lahan relatif kecil. Gedung parkir yang bertingkat dapat juga menjadi pusat belanja souvenir maupun hostel untuk menginap pengunjung maupun sebagai unit kost untuk mahasiswa.

Ketiga, drainase di sisi jalan menjadi penting agar jalan tidak banjir. Saluran drainase disarankan tertutup yang dilengkapi dengan unit pemantau sedimentasi dan sampah. Unit pemantau ini juga merupakan hasil penelitian tugas akhir tersebut.

Keempat, perlu dikembangkan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan yang menguntungkan. Seperti dikelolanya sampah dalam bangunan tertutup yang terlihat rapi tetapi menghasilkan manfaat ekonomi maupun sebagai tempat praktek pendidikan.

Dan terakhir, perlunya IPB University membantu menyusun masterplan sebagai grand desain pengembangan ekowisata Situ Gede yang mencakup seluruh potensi alam tiga situ dan Sungai Ciapus yang membatasi wilayah kelurahan Situgede dengan desa tetangganya, serta potensi sawah, hutan serta masyarakatnya.

“Saya titip pesan khusus pada Dosen Mengabdi untuk menyampaikan permintaan bantuan ini, sehingga Kalurahan Setu Gede dapat mempunyai grand desain lengkap karena banyaknya kepakaran IPB University dalam berbagai bidang yang sangat sesuai dalam pengembangan ekowisata di Situ Gede,” imbuhnya. (**/Zul)